CALON presiden yang diusung PDI Perjuangan, Nasdem, PKB, Hanura dan
PKPI, Joko Widodo atau Jokowi, menegaskan dirinya bukan bagian dari
kelompok yang mengaku Islam yang punya tujuan mewujudkan negara Islam.
Dirinya pun menyatakan bukan bagian dari Islam yang menciptakan perang
bagi sesama Islam. Dirinya juga menyatakan bukan bagian dari Islam
penebar teror dan kebencian.
"Saya bukan bagian dari kelompok Islam yang sesuka hatinya mengkafirkan saudaranya sendiri," ujarnya.
Jokowi yang kerap dituduh anti-Islam pun mengatakan, "Semua orang boleh
ragu dengan agamaku tapi saya tidak ragu dengan iman dan imamku dan saya
tidak pernah ragu dengan Islam agamaku," ujarnya Jokowi.
Jokowi juga mengatakan dirinya bukan bagian dari segelintir Islam yang
menutupi perampokan hartanya, menutupi pedang berlumuran darah dengan
gamis dan sorban.
"Saya bukan bagian dari Islam yang menindas agama lain. Saya bukan
bagian dari Islam yang arogan dan menghunus pedang ditangan dan dimulut.
Saya bukan bagian dari Islam yang suka menjejerkan fustun-fustunnya,"
ujarnya.
Jokowi juga membantah tuduhan antek Zionis, Amerika, Tiongkok dan mafia.
"Jokowi antek Pancasila dan antek rakyat," kata Jokowi dalam keterangan persnya, pada Sabtu (24/5/2014), dikutip Tribunnews.
"Saya Jokowi bagian dari Islam yang Rahmatan Lil Alamin. Islam
yang hidup berketurunan dan berkarya di Negara RI yang memegang teguh
UUD 45, Bhinneka Tunggal Ika adalah rahmat dari Tuhan," timpalnya. (*sumber:tribunnews)