Ya Ampun...Jalanan di Kota Ini 'Terlarang' untuk Orang Miskin


Tingginya penggunaan mobil pribadi di salah satu kota terkaya dunia, Dubai, Uni Emirat Arab, beberapa tahun belakangan ini, membuat jalanan di sana sering mengalami kemacetan.



Menariknya, di jalan raya di negeri kaya minyak itu hampir didominasi kendaraan pribadi jenis supercar dari merek-merek beken seperti Ferrari dan Lamborghini. 

Selain mahal, tunggangan ini punya tenaga 'bengis'. Jadi tak heran jika supercar di sana kerap kali terlibat kecelakaan lalulintas, lantaran gagal dikemudikan dengan baik oleh pengendaranya.

Kondisi ini tentu rupanya jadi masalah serius pemerintah setempat, karena menyebabkan kemacetan dan tingginya angka kecelakaan. 

Untuk itu mereka menggodok sebuah regulasi baru yang ternyata justru menimbulkan kontroversi.

Dilaporkan Carbuzz, Kamis 13 Februari 2014, Director General of the Dubai Municipality, Hussain Lootah mengatakan untuk menekan angka kemacetan Dubai mereka akan membatasi pembelian mobil.

Caranya, Hussain mengusulkan menaikan harga bahan bakar, biaya parkir, serta biaya asuransi yang tinggi.

Namun yang menjadi kontroversi, regulasi itu nantinya mengatur masyarakat yang bisa memiliki kendaraan pribadi harus memiliki penghasilan bulanan sesuai kriteria atau di atas rata-rata.

Hal itu jelas memberikan keuntungan bagi mereka yang memiliki penghasilan di atas rata-rata karena tetap berhak mengemudi di jalanan. Kondisi ini menimbulkan kesan, jalanan di sana nantinya hanya 'milik' kaum berduit. 

Tapi pemerintah memberikan opsi bagi mereka yang tidak boleh membeli mobil. Mereka berjanji akan memanjakan masyarakat dengan transportasi umum seperti taksi, bus mewah, serta angkutan masal lainnya secara maksimal.






No comments:

Post a Comment



Back to Top

Artikel Terkait Lainnya

Back to Top