Bea Cukai Korsel (KCS) menyebutkan, kebanyakan narkoba yang diselundupkan adalah jenis mariyuana. Narkoba tersebut disembunyikan dalam barang-barang pribadi para tentara AS dan dikirimkan melalui pos militer di Bandara Internasional Incheon, Seoul. Demikian dilansir Asia One, Kamis (31/10/2013).
KCS menggunakan anjing pelacak dan peralatan sinar X untuk mencari tahu keberadaan obat-obatan terlarang di dalam paket, yang diterima tentara AS yang bermarkas di Korsel tersebut. Hasilnya, ditemukan narkoba di dalam sepatu boot, toples selai kacang dan juga kotak audio.
Dalam jangka waktu 9 bulan pertama pada tahun ini, pihak KCS berhasil menyita sedikitnya 1.147 gram mariyuana yang diselundupkan melalui pos militer di Bandara Internasional Incheon.
Pada Januari lalu, tim anjing pelacak otoritas Korsel berhasil mendeteksi keberadaan lebih dari 900 gram mariyuana di dalam kantung kopi. Kemudian pada April berhasil melacak lebih dari 200 gram narkoba yang sama di dalam sepatu boot wanita.
Praktik penyelundupan narkoba ini semakin meningkat sejak
tahun 2010 ketika petugas Bea Cukai Korsel mendeteksi 30 gram narkoba.
Pada tahun 2011, mereka menemukan 374 gram narkoba. Kemudian pada tahun
2012, mereka menemukan lebih dari 2.900 gram narkoba di terminal
bandara.
KCS menilai, tentara AS tampaknya memanfaatkan kelemahan sistem pemeriksaan di terminal bandara Korsel, yang berada di bawah yurisdiksi kesepakatan militer AS-Korsel. Terlebih, hanya ada 8 petugas Bea Cukai yang setiap harinya bertugas memeriksa setiap paket yang masuk ke terminal bandara.
Dalam kondisi seperti ini, pihak KCS hanya bisa memberitahu pihak militer AS di Korsel bahwa anggotanya melakukan tindak kriminal di wilayah Korsel. Kecil kemungkinan bagi tentara AS tersebut untuk diadili di Korsel. Kebanyakan tentara AS yang terjerat kasus pidana di Korsel hanya akan dipulangkan ke negaranya dan dipecat tanpa menjalani peradilan di Korsel.
sumber | wowunic.blogspot.com | http://news.detik.com/read/2013/10/31/161620/2400741/1148/ternyata-banyak-tentara-as-selundupkan-narkoba-ke-korsel?9922032
KCS menilai, tentara AS tampaknya memanfaatkan kelemahan sistem pemeriksaan di terminal bandara Korsel, yang berada di bawah yurisdiksi kesepakatan militer AS-Korsel. Terlebih, hanya ada 8 petugas Bea Cukai yang setiap harinya bertugas memeriksa setiap paket yang masuk ke terminal bandara.
Dalam kondisi seperti ini, pihak KCS hanya bisa memberitahu pihak militer AS di Korsel bahwa anggotanya melakukan tindak kriminal di wilayah Korsel. Kecil kemungkinan bagi tentara AS tersebut untuk diadili di Korsel. Kebanyakan tentara AS yang terjerat kasus pidana di Korsel hanya akan dipulangkan ke negaranya dan dipecat tanpa menjalani peradilan di Korsel.
sumber | wowunic.blogspot.com | http://news.detik.com/read/2013/10/31/161620/2400741/1148/ternyata-banyak-tentara-as-selundupkan-narkoba-ke-korsel?9922032
No comments:
Post a Comment