Wali Kota Bandung Ridwan Kamil sudah buka suara jika keindahan sungai di kawasan Epicentrum, Rasuna, Jakarta Selatan, adalah kreasinya. Tak cukup satu lokasi, Ridwan pun kembali memamerkan cara menjernihkan sungai di Kota Kembang.
"Inovasi penjernihan sungai skala kecil di Sungai Cikapayang Jln Merdeka. Diresmikan awal 2015 ini," demikian dikutip dari fanpage Ridwan Kamil, Kamis (22/10).
Tak hanya itu, Emil juga membeberkan kinerja dari teknologi pembersihan sungai buatannya tersebut. Bahkan, d ia juga memasang video untuk membuktikan perkataannya.
"Air kotor masuk rumah pompa filter. setelah diolah, air masuk lagi ke sungai jadi lebih bersih. Air mengalir terus. Tahun depan teknologi buatan Bandung ini akan diterapkan di sungai Cikapundung. Semoga lancar."
Sebelumnya, dia merespons ramainya klaim diduga dari fans Ahok soal sungai yang membentang di kawasan Epicentrum Walk, Jakarta Selatan. "sy cmn bilang, jgn klaim sesuatu yg bkn karyanya. masalah epicentrum itu inovasi atau bukan debatnya di seminar aja," kicau Kang Emil dalam akun twitternya.
"Sungai Epicentrum di Rasuna itu hasil desain firma arsitek saya dan kawan-kawan untuk Bakrieland 2007. Beres tahun 2010-an. *fakta," kicau Emil dalam akun Twitternya @ridwankamil, seperti dikutip merdeka.com, Rabu (21/10).
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan karya Ridwan sebuah kolam atau aquarium yang airnya hanya mengalir di satu tempat. Padahal air di bawah tanah sungai Epicentrum itu tetap saja kotor.
"Jika ada hujan besar, maka air kotornya akan naik ke atas sehingga kotor lagi. Jadi airnya diputar di sekitar sungai itu saja. Itu dikerjain pengembang saja. Bukan membersihkan sungai yang sesungguhnya," ucap Ahok.
Kepala Dinas Tata Air Pemprov DKI Jakarta, Tri Djoko Sri Margianto, mengaku tak mau berkomentar soal kondisi masa lalu sungai itu termasuk ide siapa yang membangunnya. Yang jelas, kata dia, perawatan sungai itu dilakukan pihaknya.
"Kalau untuk proses dulu saya enggak tahu. Tapi memang untuk pemeliharaan seluruh sungai kita lakukan, termasuk sungai Cideng itu," kata Djoko kepada merdeka.com, Kamis (22/10).
Pemeliharaan yang dimaksud, kata dia, mengeruk sampah dan endapan lumpur. Itu sebabnya, lanjutnya, pemeliharaan bersama dilakukan.
"Kita pelihara itu untuk memperindah. Jadi kita keruk itu untuk kembalikan ke fungsi awal dari dibuatnya sungai itu. Misalnya ada sampah atau lumpur di keruk, lalu kita evaluasi. Karena air itu dinamis," tambahnya.
Kali itu sendiri memang tak pernah menyebabkan banjir. Kali ini akan bermuara di Banjir Kanal Barat (BKB). "Tapi ada sebagian yang Waduk Setiabudi, kalau kelebihan baru ke BKB." tandasnya.
sumber | republished by Halo Unik !


No comments:
Post a Comment