Sejak awal Oktober lalu, ada yang janggal ketika pelanggan listrik prabayar PLN membeli pulsa/token listrik.
Ketika detikFinance membeli pulsa listrik di salah satu minimarket di Jakarta, pada Jumat (16/10/2015), kasir meminta tambahan Rp 2.000 dengan alasan biaya administrasi bank.
"Beli pulsa Rp 50.000 ya pak? Sekarang kena tambahan biaya administrasi Rp 2.000, jadi bayarnya Rp 52.000," kata kasir tersebut.
Hal ini tentu berbeda ketika pelanggan PLN membeli pulsa listrik sebelumnya, di mana ketika membeli token listrik Rp 50.000, pelanggan biasanya hanya membayar Rp 50.000, tidak ada harus menambah biaya administrasi.
Hal yang sama ketika detikFinance membeli pulsa listrik melalui jasa pulsa. Ketika membeli pulsa listrik Rp 50.000-100.000, detikFinance dikenakan biaya administrasi bank Rp 3.000 per transaksi.
"Sekarang beli pulsa listrik ditambah biaya administrasi di depan. Ini kebijakan baru. Kalau sebelumnya beli pulsa listrik Rp 50.000 sudah termasuk biaya administrasi, sekarang beli pulsa listrik Rp 50.000 belum termasuk biaya administrasi bank, jadi harus nambah jadi Rp 53.000," ucap pedagang jasa pulsa tersebut.
Selain itu, kata dia, pembelian pulsa listrik juga sekarang ada batas nominalnya seperti pulsa telepon. Mulai dari pecahan Rp 10.000, Rp 20.000, Rp 50.000, Rp 100.0000, dan Rp 200.0000.
Bingung dengan kebijakan baru ini? Apakah tarif listrik naik dengan perubahan baru ini?
(rrd/ang)
sumber - republished by Halo Unik !


No comments:
Post a Comment