Duo Ducati misalnya. Dovizioso dan Iannone berada di kubu Rossi. Dovi menyebut Marquez tidak hanya menarget podium dalam balapan di Sepang, tetapi juga bermaksud mengganggu Rossi. Dovi yakin Marquez memprovokasi Rossi.
Menurut Iannone, Marquez sengaja memperlambat ritme membalapnya hingga satu detik. Fakta tersebut sangat mudah diketahui dari pantauan data. ''Kau tidak mungkin lebih lambat satu detik jika dibandingkan dengan kecepatanmu dalam sesi warm up (pemanasan),'' ungkap Iannone.
Pembalap Pramac Ducati Danilo Petruci memilih menjauh dari konflik dan kontroversi tersebut. Dia mengibaratkannya dengan pertandingan sepak bola. Kata dia, jika pelanggaran terjadi, yang berhak menilai adalah wasit dan hakim garis. (cak/jon/jpnn)
sumber | republished by Halo Unik !


No comments:
Post a Comment