Kata Ilmuwan : Butuh Waktu Ribuan Tahun untuk Bicara dengan Alien


Para pakar astronom meyakini memang ada kehidupan asing di luar bumi. Keyakinan itu dilandasi temuan data Teleskop Kepler NASA dan observatorium lain yang menemukan banyaknya planet layak huni di luar Tata Surya. 



Data memperkirakan di Galaksi Bima Sakti saja, ada sekitar 3.000 peradaban luar bumi, sedangkan bumi merupakan salah satu dari 40 miliar planet yang layak huni.

Belum lagi, kata astronom Michael Garrett, Kepala Yayasan Penelitian Astronomi Belanda (Astron), setiap tahun di galaksi ini lahir satu planet yang layak huni, melansir Space, Selasa 7 oktober 2014.

Bila merujuk banyaknya planet layak huni itu, potensi untuk menemukan kehidupan asing, atau alien sangat besar. Namun, bila mengkaji detail jarak antara bumi dengan beberapa planet layak huni lain di galaksi, peneliti pun harus bekerja keras untuk bisa menjalin kontak dengan alien. 

Garett memperkirakan, butuh waktu yang panjang untuk bisa menjalin kontak dengan alien, sebab jarak dengan beberapa planet layak huni itu tergolong sangat jauh.

Dalam Kongres Astronomi Internasional di Toronto, AS, Garett mengatakan diameter Bima Sakti berjarak lebih dari 100 ribu tahun cahaya. Sementara itu, kecepatan cahaya mampu melaju kurang lebih 300 ribu kilometer per detik saja. Jadi, sinyal cahaya butuh waktu lebih dari empat tahun untuk mencapai Alpha Centauri. Padahal, sistem bintang terdekat bumi itu berjarak 4,2 sampai 4,4 tahun cahaya. Astronom menyebutkan, untuk mencapai galaksi tetangga, sinyal cahaya butuh waktu 100 ribu tahun. 

Untuk itu, Garett memperkirakan setidaknya butuh waktu yang lebih lama, agar manusia, atau teknologi bisa menjalin kontak dengan alien. 

"Untuk tujuan komunikasi, Anda perlu memungkinkan dua kali jarak perjalanan, sehingga saat membicarakan peradaban di sekitar, setidaknya butuh beberapa ribuan tahun untuk memiliki kesempatan berbicara satu sama lain," terang Garett. 

Meski butuh waktu yang lama, Garett yakin lompatan teknologi radio astronomi dan teknik pemprosesan data yang dimiliki dunia berpotensi memperpendek waktu pencarian. Teknologi itu bisa lebih baik dari teknologi Search for Extraterrestrial Inteligence (SETI), program pencarian kehidupan luar bumi yang telah muncul sejak 60 tahun lalu. 

"SETI tak mudah, tetapi ini merupakan pencarian yang layak. Setiap orang tertarik (kehidupan luar bumi) bukan hanya ilmuwan dan penggemar antariksa. Orang-orang di jalan juga tertarik untuk mengetahui apa yang terjadi di luar sana," ujar dia. (asp)






No comments:

Post a Comment



Back to Top

Artikel Terkait Lainnya

Back to Top