Sepuluh Jenis Batuk pada Anak

Batuk
merupakan salah satu gejala yang paling sering ditemukan pada anak,
dan merupakan keluhan yang seringkali menyebabkan orang tua membawa
anak mereka ke dokter.
Batuk merupakan gejala dari sebagian besar infeksi pernapasan. Infeksi pernapasan meliputi:
- Infeksi
pernapasan atas, seperti pilek (dikenal juga sebagai common colds,
hidung beringus, nasofaringitis akut atau faringorinitis akut.)
- Infeksi pernapasan bawah, seperti pneumonia, bronkitis, bronkiolitis.
Pada dasarnya batuk tidak terlalu berbahaya karena seperti sudah
dijelaskan di atas batuk adalah mekanisme untuk mengeluarkan sesuatu
seperti lendir. Batuk pada anak perlu diwaspadai jika disertai :
- Demam tinggi sampai 39°C dan lebih dari 3 hari
- Lesu dan bernapas cepat
- Dadanya sesak
- Bibir wajah dan lidah kebiruan
- Berdarah
Kadang-kadang batuk terdengar hebat. Namun demikian, biasanya batuk
bukan merupakan gejala yang membahayakan. Sebenarnya batuk merupakan
suatu refleks tubuh untuk membantu membersihkan jalan napas. Namun
demikian, batuk dapat menjadi alasan untuk berkunjung ke dokter. Kita
perlu mengenal jenis-jenis batuk, agar kita tahu bagaimana menanganinya
dan mengetahui pula kapan sebaiknya kita meminta bantuan medis.
|
Jenis-jenis batuk pada anak, antara lain:

| 1. Batuk "Menggonggong" atau Menyalak |
Batuk
seperti ini biasanya disebabkan oleh croup, yaitu suatu peradangan
pada larings dan trakea yang dicetuskan oleh alergi, perubahan suhu di
malam hari, atau yang paling sering adalah infeksi pernapasan atas
akibat virus. Pada anak kecil, saluran napas yang kecil akan semakin
menyempit ketika mengalami peradangan. Pita suara pun akan membengkak
sehingga anak mengalami kesulitan bernapas.
Anak usia kurang dari
3 tahun paling sering menderita croup. Croup dapat muncul mendadak di
tengah malam, sehingga orang tua pun khawatir. Walaupun kebanyakan
kasus dapat ditangani di rumah, apabila anak dicurigai mengalami croup,
hubungilah dokter untuk mendiskusikan kondisinya.
Batuk ini
disebabkan oleh alergi, perubahan suhu udara dan juga infeksi saluran
pernapasan bagian atas. Batuk ini bisa menyerang anak tiba-tiba,
khususnya pada malam hari dan menjelang subuh saat anak tidur. |
|
| 2. Batuk Rejan (Whooping Cough) |
Batuk
yang kerap diakhiri dengan suara seperti ingin muntah ketika kita
mengambil nafas. Batuk seperti ini disebabkan oleh bakteri pertussis,
yang dapat menular melalui percikan cairan dari hidung atau mulut orang
yang terinfeksi, yang dapat keluar karena bersin, batuk, atau tertawa.
Bunyi
"whoop" adalah bunyi yang terjadi setelah batuk, yaitu pada saat anak
tersebut berusaha menarik napas dalam setelah batuk terus-menerus
selama berberapa kali. Jika anak mengeluarkan bunyi "whoop" (yang
terdengar seperti "hoop") setelah batuk terus-menerus sebanyak beberapa
kali, kemungkinan besar ada gejala pertusis (batuk rejan) -terutama
jika anak anda belum menerima vaksinasi difteri/tetanus/pertusis
(DTP/DTaP).
Di lain pihak, bayi yang menderita pertusis biasanya
tidak mengeluarkan bunyi "whoop" setelah episode batuk yang panjang,
tetapi bayi seperti ini dapat kekurangan oksigen atau bahkan berhenti
napas karena penyakit ini. Pada bayi dan anak yang masih sangat kecil,
pertusis dapat mematikan. Oleh karena itu, segera hubungi dokter. |
|
| Batuk
yang disertai bunyi mengi saat anak mengeluarkan udara napas, ini
mungkin menandakan adanya suatu "sumbatan" di jalan napas bawah.
Sumbatan ini dapat disebabkan oleh pembengkakan akibat infeksi
pernapasan (seperti bronkiolitis atau pneumonia), asma, atau akibat
adanya suatu yang tersangkut di jalan napas. Pada keadaan seperti ini,
hubungilah dokter, kecuali kalau anak anda sudah sering mengalami
masalah ini dan anda telah mempunyai obat, seperti inhaler atau
nebulizer, disertai dengan petunjuk penggunaan obat tersebut untuk
menangani asma di rumah. Apabila anak tidak membaik dengan pengobatan
tersebut, hubungi dokter. |
|
Berbeda
dengan mengi, stridor merupakan suara napas yang berisik dan kasar
yang terdengar pada saat anak menghirup napas. Jika terdengar stridor,
segera hubungi dokter.
Stridor, paling sering disebabkan oleh
pembengkakan di jalan napas atas, biasanya akibat croup karena virus.
Namun, kadang-kadang dapat juga timbul akibat adanya benda asing yang
menyumbat jalan napas atau akibat infeksi yang lebih berat yaitu
epiglotitis. Epiglotitis rnerupakan keadaan yang mengancam jiwa, dimana
epiglotis mengalami pembengkakan dan menutupi aliran udara ke paru.
Penyebab pembengkakan epiglotis yang paling sering adalah adalah
infeksi bakteri Haemophilus influenzae tipe B (Hib). Namun, epiglotitis
dapat juga timbul karena penyebab lain seperti luka bakar karena air
panas, cedera di tenggorokan, dan berbagai infeksi virus dan bakteri. |
|
Jika
anak batuk secara tiba-tiba, mungkin anak tersedak makanan atau
minuman masuk "jalur yang salah" yaitu ke saluran napas atau ada
sesuatu (misalnya potongan makanan, muntahan, atau mungkin mainan atau
uang logam) yang tersangkut di tenggorokannya atau jalan napasnya. Batuk
membantu membersihkan dan membebaskan jalan napas dari sumbatan
tersebut.
Batuk dapat berlangsung hingga semenit atau hanya
sebentar saja diakibatkan tenggorokan atau jalan napasnya teriritasi.
Akan tetapi, jika batuk tidak kinjung reda atau justru menjadi sulit
bernapas, hubungi dokter. Jangan coba-coba membersihkan tenggorokannya
dengan jari anda karena tindakan ini justru dapat mendorong sumbatan
yang ada semakin jauh ke bawah ke pipa udara. |
|
Banyak
batuk yang memburuk pada malam hari. Hal ini karena pada saat anak
berbaring di tempat tidur, sumbatan pada hidung dan sinus mengalir ke
tenggorokan dan menimbulkan iritasi. Keadaan ini umumnya tidak
mengkhawatirkan kecuali bila sampai mengganggu tidur si anak.
Asma
juga dapat mencetuskan batuk malam hari karena jalan napas kita
cenderung lebih sensitif dan menjadi lebih mudah teriritasi pada malam
hari. |
|
| Biasanya
ditimbulkan oleh alergi, asma, pilek (colds), flu, dan infeksi
pernapasan lainnya. Udara dingin atau aktivitas dapat memperberat
batuk, dan batuk ini seringkali membaik pada malam hari atau pada saat
anak beristirahat. Pada keadaan ini, sebaiknya AC tidak dinyalakan,
tidak ada binatang piaraan atau asap, yang menyebabkan anak batuk. |
|
| 8. Batuk disertai Pilek (Colds) |
| Kebanyakan
pilek (colds) disertai dengan batuk. Oleh karena itu, dapat dimengerti
jika saat anak anda pilek, ia juga mengalami batuk (kering atau
berdahak). Batuk ini biasanya berlangsung selama 1 minggu ketika gejala
pilek (colds) lainnya telah mereda. |
|
| Jika
anak batuk, dengan demam yang tidak tinggi dan hidung beringus,
kemungkinannya adalah ia menderita pilek (colds) biasa. Di lain pihak,
batuk yang disertai 39 derajat Celcius atau lebih tinggi dimana anak
tampak lesu dan napasnya cepat, pikirkan kemungkinan pneumonia. Pada
kasus ini, hubungi dokter sesegera mungkin. |
|
Batuk
yang berat pada anak seringkali merangsang refleks muntah. Biasanya,
hal ini tidak membahayakan kecuali jika muntah berkelanjutan. Anak yang
batuk dengan pilek (colds)/ flu atau asma, bisa muntah apabila lendir
mengalir ke lambung dan menyebabkan mual. Perlu diingat, keadaan ini
dapat merupakan hal yang biasa dan tidak berbahaya.
sumber |
digali.blogspot.com