Hampir
semua orang pernah mengalami hal ini: Anda menyadari ada bintik kecil
di pipi, atau mungkin di hidung. Kemudian Anda merasa sedikit nyeri,
buru-buru mencari kaca, dan berusaha memencet jerawat yang mengganggu
penampilan wajah.
Tetapi ternyata kebiasaan tersebut benar-benar buruk dan perlu dihentikan karena bisa berujung kematian! Benarkah?
Kebiasaan
memencet jerawat umumnya meninggalkan bekas luka, atau yang lebih
parah, infeksi. Sebab memencet jerawat sama dengan Anda menyobek kulit.
Tangan
yang penuh bakteri pun berpindah ke luka yang terbuka. Kulit wajah jadi
infeksi, meninggalkan bekas luka, atau bahkan membuat Anda sakit parah.
Faktanya,
ada 'segitiga kematian' pada wajah setiap orang, demikian menurut
Mother Nature Network. Dikatakan seperti itu karena infeksi di sekitar
wajah memang bisa memicu kematian. Bagaimana bisa?
Pembuluh
darah di wajah biasanya berpusat di bagian kepala, yang merupakan
tempat otak berada. Jika tidak segera disembuhkan, infeksi di wajah bisa
sangat mematikan, karena bisa menyebabkan kelumpuhan, kebutaan, hingga
kematian.
Pembuluh
darah di sekitar hidung, mulut, dan mata juga sangat dekat dengan otak.
Jadi jangan sekali-kali 'menciptakan' infeksi karena kebiasaan memencet
jerawat karena hal itu membahayakan kesehatan otak.
Kebiasaan
buruk lain yang juga sepele tetapi berbahaya adalah mencabut bulu
hidung. Sebab tugas bulu hidung adalah mencegah bakteri berbahaya agar
tak masuk ke dalam tubuh.
Lantas bagaimana caranya agar wajah tetap bersih dan terhindar dari infeksi?
Jangan memencet jerawat. Jika sudah terlanjur dan mengetahui adanya tanda-tanda infeksi, segera hubungi dokter.
Hentikan kebiasaan mencabut bulu hidung, meski rasanya gatal dan tidak nyaman.
Tidak masalah sebenarnya jika Anda ngupil, tetapi gunakan tisu dan jangan lakukan di tempat umum.
Jadi, sebisa mungkin jauhkan tangan dari wajah. Sebab tangan sudah menyentuh banyak sekali benda yang mengandung bakteri.
sumber | digali.blogspot.com

