Sebagian besar politisi di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, biasanya memiliki gaya hidup yang berbeda 180 derajat dengan rakyatnya.
Termasuk jika bicara kendaraan dinasnya, para pemimpin negara umumnya selalu memilih besutannya ciamik, lengkap dengan kemewahan, tekhnologi canggih, maupun fitur keamanan lengkap.
Sebut saja, Presiden Amerika Serikat Barrack Obama, Presiden Rusia Vladimir Putin, Sultan Brunei Darrusalam Sultan Hassanal Bolkiah, atau bahkan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sekalipun.
Namun, semua hal itu ternyata tidak berlaku bagi Presiden Uruguay, Jose Mujica. Sejak dilantik menjadi presiden pada 2010 lalu, politisi berusia 77 tahun ini hanya menggunakan kendaraan dinas sederhana. Ia lebih memilih menggunakan mobil tuanya, jauh berbanding dengan mobil yang dikendarai seorang lurah di Indonesia.
Tentu saja, pola hidupnya jauh dari kesan mewah. Setiap harinya, ia hanya menggunakan mobil Volkswagen (VW) Beatlle atau akrab di Tanah Air dengan sebutan VW kodok. Mobil kenegaraan yang usang itu merupakan lansiran Tahun 1987, dengan cat biru yang kusam.
Jose ‘Pepe’ begitu ia biasa disapa, menyingkirkan kendaraan dinas mewahnya. Ia pun menolak sopir pribadi. Meski begitu, ia menolak disebut miskin. Menurutnya ini hanya soal gaya hidup yang dipilihnya.
“Menurutku yang pantas disebut miskin adalah mereka yang bekerja keras hanya untuk mempertahankan gaya hidup mewah. Selalu menginginkan lebih dan lebih.”
Menurut Jose 'Pepe' penampilannya merupakan cermin dari prinsip hidupnya. “Aku muak dengan aturan yang ada. Kita berada di sebuah era di mana kita tidak bisa hidup tanpa menerima logika pasar,” kata Jose. “Apa yang kita lakukan adalah otomatisasi dari kehendak pasar.”
Sekedar diketahui, mobil yang digunakan Jose 'Pepe' tidak memiliki kelebihan khusus.
Bila setiap mobil presiden tahan terhadap peluru, ledakan, maupun ranjau darat, itu tidak berlaku bagi mobil VW kodok Jose 'Pepe'. Mobilnya bahkan banyak yang berkarat. Tak ada fitur canggih pula yang disemat pada mobil seharga Rp17 juta itu.
"Volkswagen itu dalam bahasa Jerman berarti mobil rakyat, itu sudah cukup buat saya," terangnya.
Bekas Pemberontak
Sebelum terpilih menjadi Presiden Uruguay, Jose Mujica dikenal sebagai pemberontak gerilyawan Marxis bernama Tupamaros. Kerjanya mengobarkan revolusi di akhir 1960 dan awal 1970 dengan sayap organisasi politik MLN.
Semasa menjadi gerilyawan, Jose Mujica sangat terbiasa merampok bank dan truk angkutan bahan pokok dan barang rumah tangga untuk kemudian hasilnya dibagi-bagikan kepada warga miskin di daerah kumuh Montevideo.
Selama hidupnya Jose Mujica sudah 14 kali masuk penjara dan tertembak sebanyak enam kali. Dia selalu terkenang perjumpaannya dengan Che Guevara. Barangkali dia juga pemimpin terakhir di dunia yang bertemu dengan Mao Zedong.
Sehari-hari dia tampil memimpin dan memerintah dengan celana menggantung, sandal-sepatu biasa dan pakaian yang lebih sering kusut seperti belum diseterika. (Diolah dari berbagai sumber)

