Negara Paling Berbahaya Bagi Jurnalis


Irak, Somalia, dan Filipina masuk dalam daftar negara dengan tingkat penegakan hukum terendah untuk kasus pembunuhan wartawan.



Kesimpulan ini didapat dari data yang dikumpulkan Committee to Protect Journalists (CPJ) yang dimasukkan ke dalam Indeks Impunitas, demikian lansir BBC.

Suriah untuk pertama kalinya juga masuk dalam indeks tersebut. Dimasukannya Suriah ke indeks ini menggarisbawahi peningkatan berbagai kasus pembunuhan dengan sasaran kalangan tertentu.

Tingginya kasus penculikan dan angka korban akibat pertempuran membuat Suriah menjadi salah satu negara paling berbahaya bagi jurnalis.

Indeks ini disusun untuk mengukur bagaimana berbagai negara mengatasi banyaknya kasus kekerasan terhadap para wartawan.

Irak selalu menempati urutan teratas di indeks ini, yang dikeluarkan setiap tahun sejak 2008. Dalam sepuluh tahun terakhir sekitar 100 jurnalis di Irak terbunuh. Mirisnya, tak satu pun pelakunya yang dibawa ke pengadilan.

Sempat terjadi penurunan kekerasan terhadap wartawan di Irak pada 2012, namun angkanya kembali naik tahun lalu, kata CPJ.

Berikut daftar negara yang paling berbahaya bagi jurnalis berdasarkan Indeks Impunitas yang dilansir CPJ:

1. Irak
Wartawan terbunuh: 100 orang

2. Somalia
Wartawan terbunuh: 26 orang

3. Filipina
Wartawan terbunuh: 51 orang

4. Sri Lanka
Wartawan terbunuh: 9 orang

5. Suriah
Wartawan terbunuh: 7 orang

6. Afganistan
Wartawan terbunuh: 5 orang

7. Meksiko
Wartawan terbunuh: 16 orang

8. Kolombia
Wartawan terbunuh: 6 orang

9. Pakistan
Wartawan terbunuh: 22 orang

10. Rusia
Wartawan terbunuh: 14 orang

11. Brasil
Wartawan terbunuh: 9 orang

12. Nigeria
Wartawan terbunuh: 5 orang

13. India
Wartawan terbunuh: 7 orang. [ikh]








Back to Top

Artikel Terkait Lainnya

Back to Top