Dampak negatif kosmetik mengandung bahan kimia berbahaya seperti merkuri dirasakan Rahmatiah (34), warga Kuin Utara Rp 13, Banjarmasin. (Baca Juga): Gokil Bro....Rombongan Satpol PP Makan Siang di Restoran yang Akan Dibongkarnya
Kulit wajah ibu tiga anak itu justru rusak akibat paket kosmetik pemutih dan penghilang jerawat seharga Rp 250 ribu yang dibeli dari seorang pedagang di Pasar Kalindo, Belitung, beberapa waktu lalu. Dari hasil diagnosa, kosmetik itu mengandung merkuri.
Sebelum menggunakan paket kosmetik pemutih wajah itu, wajah Rahmatiah hitam manis dan bersih. Saat ingin kulit wajah lebih putih, dia mendapat rekomendasi dari seorang teman agar memakai paket kosmetik pemutih wajah. (Baca Juga): Lapland, Sebuah Tempat yang Menghadirkan Keindahan Fenomena Matahari Tengah Malam
Maraknya peredaran kosmetik tanpa izin yang mengandung zat berbahaya di pasaran membuat sebagian masyarakat resah. Harus ada tindakan tegas dari pemerintah agar tidak ada masyarakat menjadi korban zat berbahaya dari kosmetik tersebut.
Ketua Perlindungan Konsumen Kalsel Fauzan Ramoni menyebut, peredaran kosmetik ilegal ini sudah menjamur dan sangat memprihatinkan. Dia meminta masyarakat harus waspda dan tidak mudah tergiur hanya karena ingin cantik.
“Kosmetik ilegal sangat memprihatinkan, menjamur dan meresahkan. Diharapkan masyarakat ada pengetahuan bidang kosmetik jangan cepat tergiur,” tegasnya.
Tak hanya resah dan prihatin, terlebih pria yang juga menjabat Ketua YLPK Banjarmasin ini tahu benar dampak dari kosmetik ilegal. Pasalnya, dia juga tengah menangani kasus seorang klien yang merasa dirugikan karena payudara gosong akibat obat pelangsing abal-abal. (Baca Juga): Bisakah Cinta Kalian Abadi Seperti Mereka?


No comments:
Post a Comment