Ini dia Hewan Paling Langka di Dunia


Untuk merayakan Hari Hewan Sedunia 2014 tahun ini, Wildlife Reserves Singapore mengumumkan kel*hiran beberapa hewan langka di dunia, salah satunya adalah kelahiran Trenggiling Sunda yang merupakan hewan asli Singapura.




Melalui siaran pers yang diterima Okezone, Kamis (2/10/2014), selama periode Januari sampai Agustus 2014, lebih dari 400 ekor bayi hewan telah l*hir di Jurong Bird Park, Nigh Safari, River Safari dan Singapore Zoo. 

Di antara jumlah itu, satu dari empat kel*hiran adalah hewan yang terancam punah berdasarkan daftar spesies hewan langka yang dikeluarkan oleh IUCN (International Union for Conservation of Nature). Di dalam daftar tersebut terdapat Jalak Bali (Leucopsar rothschildi), Lutung Budeng (Trachypithecus auratus), Bekantan (Nasalis larvatus) dan juga trenggiling raksasa.

Perkembangan menarik lainnya datang dari berang-berang raksasa yang langka di mana hewan ini berhasil ditampilkan pertama kali di Asia, tepatnya di River Safari. Sedangkan di Jurong Bird Park, Kakaktua Goliath (Probosciger aterrimus) berhasil dibi*kkan untuk pertama kalinya. Kakaktua Goliath merupakan salah satu hewan yang paling sulit untuk dibi*kkan di antara sp*sies kakaktua yang lain karena pola makan mereka yang khusus.

Jurong Bird Park juga berhasil membi*kkan delapan ekor Jalak Bali. Usaha konservasi untuk mengemb*ngbi*kkan berbagai jenis spesies mulai digalakkan sejak 2010 – tahun yang menandai kerjasama dengan Yayasan Begawan Indonesia dimulai.

Proses untuk membi*kkan Jalak Bali ini bertujuan untuk meningkatkan tingkat kel*hiran Jalak Bali di alam liar. Ketika sudah siap untuk dilepas, Jalak Bali ini akan dikembalikan ke habitat asalnya di Bali.

Singapore Zoo juga sangat bersemangat dalam menyambut kelahiran dua sp*sies yang sangat langka dari hewan yang mereka pelihara, yaitu monyet kecil rambut putih (cotton-top tamarin) dan kura-kura kecil Asia (southern river terrapin). Singapore Zoo juga menyaksikan kel*hiran dari monyet bekantan yang sangat langka pada bulan Mei tahun ini dan Singapore Zoo berkomitmen untuk terus merawat dan menampung monyet bekantan di dunia yang hidup di luar Indonesia.

“Dunia kini sedang mengalami kehilangan satwa liar yang sangat besar sebagai akibat dari aktivitas manusia yang membahayakan hewan-hewan tersebut. Setiap kelahiran hewan langka ini memberikan harapan baru bagi usaha kami untuk menyelamatkan keanekaragaman hayati di planet ini. Banyak dari mereka merupakan bagian dari program pengemb*ngbi*kan konservasi untuk menyelamatkan hewan ini dari kepunahan. Setiap hewan langka yang masih tersisa merupakan perwakilan dari sp*sies mereka untuk menyadarkan manusia bahwa keberadaan mereka harus tetap dilindungi," jelas Cheng Wen-Haur, Kepala Petugas Lingkungan Hidup, Wildlife Reserves Singapore. (ahl)






No comments:

Post a Comment



Back to Top

Artikel Terkait Lainnya

Back to Top