PR Matematika Anak SD Bikin Heboh Dunia Internet






PR Matematika anak SD ini membuat heboh dunia maya. Masalahnya adalah soal jawaban yang betul semua, namun mendapat nilai 20. Muhammad Erfas Maulana, kakak sang bocah pun mengunggah foto tersebut ke media sosial.

Dalam foto PR matematika tersebut tampak "4 + 4 + 4 + 4 + 4 + 4 = 4 x 6 = 24" disalahkan dan dibetulkan sebagai "6 x 4". Erfas pun menuliskan kebaratannya di dalam lembar PR tersebut:

"Bu Guru yang Terhormat, mohon maaf sebelumnya, saya kakak dari Habibi yang mengajarinya mengerjakan PR di atas. Bu, Bukankah hanya karena letaknya yang terbalik sehingga jawaban Habibi Anda salahkan? Menurut saya masalah peletakan bukan menjadi masalah, Bu. Misal 4 X 6 6 X 4. Hasilnya sama-sama 24. Terima kasih, Bu. Mohon perhatiannya. Semoga dapat dijadikan pertimbangan."


Quote:Menurut ente gan-sis, ini kelirunya dalam hal apa 

Spoiler for Update:
Ini Beda antara 4 x 6 dan 6 x 4 Menurut Profesor Lapan



KOMPAS.com — Urusan pekerjaan rumah seorang siswa menjadi perdebatan menarik di media sosial. 4+4+4+4+4+4, bila dinyatakan dalam perkalian, 6 x 4 atau 4 x 6?

Banyak yang berpendapat bahwa mengekspresikan 4+4+4+4+4+4 dalam perkalian menjadi 6 x 4 atau 4 x 6 sama saja. Toh hasilnya sama, begitu logikanya. Sebagian menganggapnya sebagai kebebasan bernalar.

Namun, profesor astrofisika dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Thomas Djamaluddin, mengatakan, antara 4 x 6 dan 6 x 4 memang berbeda.

"Samakah 4 x 6 dan 6 x 4? Hasilnya sama, 24, tetapi logikanya berbeda. Itu adalah model matematis yang kasusnya berbeda. Konsekuensinya bisa berbeda juga," urai Thomas dalam akun Facebook-nya, Senin (22/9/2014).

Thomas menerangkan perbedaan 6 x 4 dengan 4 x 6 lewat sebuah soal cerita.

"Ahmad dan Ali harus memindahkan bata yang jumlahnya sama, 24. Karena Ahmad lebih kuat, ia membawa 6 bata sebanyak 4 kali, secara matematis ditulis 4 x 6. Tetapi, Ali yang badannya lebih kecil, hanya mampu membawa 4 bata sebanyak 6 kali, model matematisnya 6 x 4. Jadi, 4 + 4 + 4 + 4 + 4 + 4 = 6 x 4, berbeda konsepnya dengan 6 + 6 + 6 + 6 = 4 x 6, walau hasilnya sama 24," terang Thomas.

Lewat kasus ini, Thomas mengajak semua kalangan untuk memahami Matematika dengan logika, bukan menjadi generasi "kalkulator" yang sekadar tahu hasil.

"Dengan kemampuan berlogika, suatu kasus bisa dimodelkan dengan rumusan matematis sehingga mudah dipecahkan," ungkap Thomas.



sumber | digali.blogspot.com


No comments:

Post a Comment



Back to Top

Artikel Terkait Lainnya

Back to Top