Ini berarti pesawat tersebut terus mengudara hingga berjam-jam setelah menghilang dari radar sipil.
"Menurut data baru, komunikasi terakhir yang telah dipastikan antara pesawat dan satelit adalah pada pukul 08.11 waktu Malaysia, hari Sabtu 8 Maret. Tim investigasi tengah melakukan penghitungan lebih lanjut yang akan mengindikasikan seberapa jauh pesawat terbang setelah kontak terakhir," tutur Najib.
"Ini akan membantu kita dalam mengatur ulang pencarian," imbuh pemimpin negeri Jiran itu dalam konferensi pers seperti dilansir The Star, Sabtu (15/3/2014).
"Dikarenakan jenis data satelit, kami tak bisa memastikan lokasi persis pesawat ketika terakhir kali melakukan kontak dengan satelit," ujar Najib di depan para wartawan.
"Namun berdasarkan data baru itu, otoritas penerbangan Malaysia dan para kolega internasional telah memastikan bahwa komunikasi terakhir pesawat dengan satelit berada di salah satu dari dua koridor pergerakan pesawat," tutur Najib.
Kedua koridor tersebut adalah koridor utara yang bergerak dari perbatasan Kazakhstan dan Turkmenistan menuju Thailand utara, atau koridor selatan yang bergerak dari Indonesia menuju Samudera Hindia bagian selatan. Operasi pencarian pun kini akan difokuskan pada kedua koridor itu.

No comments:
Post a Comment