Tak terasa sudah 100 tahun Terusan Panama dibuka untuk pelayaran internasional sejak tanggal 15 Agustus 1914 silam. Tak ayal, terusan terpanjang kedua di dunia ini sangat membutuhkan renovasi dan revolusi teknologi.
Saat ini Terusan Panama sudah dianggap sangat tua dan diprediksi tidak mampu menampung kapal-kapal yang semakin hari kian bertambah besar. Dalam satu minggu, Terusan Panama bisa dilalui (minimal) 7 kapal kargo per harinya. Terusan sepanjang 82 kilometer tersebut bahkan bisa dilalui hingga 12.000 kapal dalam satu tahun.
Untuk mampu menampung lebih banyak kapal kargo berukuran raksasa, hingga panjang 400 meter lebih, beberapa pengembangan teknologi kanal akan ditambahkan pada Terusan Panama. Salah satunya adalah aplikasi sistem gerbang air putar canggih yang bisa meningkatkan efisiensi pintu air dan menurunkan waktu pemeliharaan.
Pembangunan yang sejatinya telah dimulai sejak tahun 2007 silam juga akan menambahkan dua pintu air baru dengan kapasitas besar untuk tempat istirahat kapal. Dua pintu yang berada di gerbang Pasifik dan Atlantik itu akan dipakai untuk jalur kapal baru yang lebih besar.
Selain itu, kanal yang menembus samudra Pasifik dibangun dengan cara membuat jalur baru melewati danau Miraflores sepanjang 6,1 kilometer. Tak lupa, tempat penampungan air yang dipakai untuk mengatur sistem naik-turunnya air di jalur Terusan Panama akan diperbesar.
Proyek renovasi ini akan membuat waktu tunggu untuk melewati Terusan Panama menurun drastis setelah pembayaran biaya lewat dilakukan. Hal ini pastinya menjadi angin segar bagi para awak kapal, sebab waktu tunggu untuk melewati terusan ini bisa mencapai satu minggu saat musim distribusi.
Namun, harga yang cukup mahal harus dibayar pemerintah Panama, yakni sekitar Rp 105 triliun lebih. Di sisi lain, Panama dipastikan akan menerima keuntungan berlipat ganda bila proyek renovasi selesai, mengingat biaya lintas satu kapal kargo di Terusan Panama mencapai Rp 4 miliar untuk satu kali jalan.
[bbo]

