Carilah ilmu setinggi mungkin, karena ilmu bisa dibawa mati. Ungkapan tersebut sering Anda dengar sebagai motivasi Anda dalam meraih gelar yang lebih tinggi.
Hal tersebut pun dilakukan oleh Zumrotul Choiriyah, anak dari pasangan pencari belut Abdul Kamid dan Siti Hartatik. Choiriyah menjadi lulusan terbaik dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Walisongo Semarang dengan meraih Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,93. Walaupun tergolong dalam keluarga tidak mampu Choiriyah mampu mendapatkan gelar stratanya dengan menerima beasiswa Bidikmisi (beasiswa belajar penuh untuk siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu).
Maka dari itu Choiriyah menjadi sorotan media dan masyarakat terkait gelar yang ia dapat. Seseorang mendapat gelar baru itu tidak aneh, namun Choiriyah menjadi sosok yang menginspirasi banyak orang karena ia mampu mendapatkan gelar strata walaupun keluarga bekerja sebagai pencari belut.
Choiriyah banyak mendapat ucapan selamat dari masyarakat terutama para onliner. Dalam linimasa Twitter akun @cahayapurnama99 menegaskan bahwa meraih ilmu tidak mengenal latar belakang, "yang Bukti kalau ilmu tak mengenal latar belakang".
Sebelumnya kisah serupa juga dialami seorang anak tukang becak bernama Raeni. Raeni menjadi perbincangan onliner beberapa waktu lalu karena mendapat gelar sarjana dengan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,96.
Wisudawati lulusan terbaik pada upacara wisuda periode kedua 2014 Universitas Negri Semarang (Unnes) jurusan pendidikan Akutansi Fakultas Ekonomi (FE) ini penerima beasiswa Bidikmisi.
Cerita di atas sangat menginspirasi, patut di contoh ya 6Lovers. Dengan kerja keras pantang menyerah, kita bisa mewujudkan apa yang menjadi target yang kita inginkan.

