Warga Jakarta dan sekitarnya tentu merasakan cuaca yang cukup dingin dari biasanya beberapa hari kemarin. Hal ini, karena suhu kemarin mencapai 25-26 derajat celcius.
Diketahui, suhu di Jakarta biasanya setiap hari berkisar rata-rata sekitar 30 derajat celicius.
Kepala Sub Bidang Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Kukuh Ribudiyanto, mengatakan bahwa hal itu disebabkan tidak adanya energi matahari yang menyinari bumi dalam sehari penuh.
"Bahkan, sebelumnya juga hujan. Jadi, energi dari bumi tidak keluar ke permukaan atau pun matahari yang menyinari tak ada, sehingga mengakibatkan suhu dingin," ungkapnya, saat dihubungi VIVAnews, Senin 14 Juli 2014.
Ketika ditanya, apakah suhu seperti ini akan terus berlangsung ke depannya. Kukuh mengatakan, kemungkinan tersebut sangat kecil untuk terjadi kembali.
"Tidak akan lama. Ini hanya sesaat. Ini akibat dari anomali, atau penyimpangan cuaca sekitar 1-2 derajat celcius. Hal ini pernah terjadi di musim kemarin," ujar Kukuh.
Kukuh menjelaskan, peristiwa ini hanya terjadi di Indonesia bagian Barat saja, di mana letak geografis lautnya cukup hangat dibandingkan dengan yang lain. Untuk wilayah Timur masih normal seperti biasanya.
"Ini akibat kondisi khusus di Selat Sunda, angin Laut yang seharusnya ke arah utara ditekan adanya kompresor, sehingga mengalami penumpukan di daerah sana," paparnya.
Kukuh mengungkapkan bahwa beberapa hari ke depan akan terjadi transisi cuaca, di mana paginya cerah, lalu di sore akan terjadi hujan.
"Hujan sore ini bisa berpotensi angin kencang dan ada petir," ujarnya.
Sedangkan, musim hujan sendiri diperkirakan akan terjadi di Agustus atau September. (asp)

