Ini dia Calon Gedung Paling Tinggi se-Jagat


Para arsitek London yang tergabung dalam Chetwoods ini sedang mengerjakan proyek ambisius: mendirikan sebuah bangunan yang bisa mengalahkan ketinggian gedung tertinggi yang saat ini dipegang oleh Burj Khalifa di Dubai, Uni Emirat Arab.



Tidak hanya kelak jadi gedung tertinggi, gedung yang akan diberi nama Phoenix ini didesain agar menjadi gedung yang paling ramah lingkungan di dunia dan dapat membersihkan udara serta air yang berada di sekitarnya.

Diketahui, saat ini Burj Khalifa menyandang gedung tertinggi dii dunia, dengan ketinggian sekitar 828 meter. Nantinya, Phoenix akan tegak berdiri lebih dari satu kilometer menjulang ke atas di dibawah langit Wuhan, Ibukota provinsi Hubei, Tiongkok.

Ketua Chetwoods, Laurie Chetwood dilansir CNN, Sabtu 19 Juli 2014, mengatakan, bangunan tersebut tidak hanya sebagai megaproyek, tapi juga dapat menjaga danau yang berada di sekitarnya.

"Anda bisa membayangkan danau berada di bawah tekanan oleh sebuah kota yang besar dan padat di sekitarnya. Jadi, kami pikir tidak hanya menarik perhatian dengan menara, tapi bisa menghidupkan secara harfiah ke dalam danau tersebut," ujar Chetwood.

Untuk merealisasikannya, para arsitek tersebut akan membuat sebuah cerobong asap panas yang berada di tengah gedung itu. Cerobong asap ini dipanaskan oleh energi matahari yang difungsikan dapat menarik udara dari sekitar danau sehingga akan berdampak pada dinginnya bangunan tersebut. Udara yang telah disaring, kembali ke lingkungan lebih bersih dari sebelumnya.

Hal serupa pun berlaku pada air, yang mana artistek akan menggunakan teknik seperti akuarium. "Menempatkan kembali ke air seperti di akuraium ikan tapi kami juga membersihkan air tersebut dan meletakannya kembali," ucapnya.

Metafora Khas Tiongkok

Phoenix pun akan dihiasi oleh berbagai budaya khas Tiongkok dengan metafora dua buah naga atau dua burung, lalu terdapat masing-masing satu laki-laki dan perempuan.

Gedung tersebut akan dilengkapi dengan sebuah panel fotovoltaik yang memanfaatkan energi surya untuk dapat menghasilkan listrik yang cukup besar.

Namun, ada hal yang paling kontroversial dalam pembangunan Phoenix tersebut, yakni adanya sebuah bola raksasa diantara menara yang digunakan sebagai restoran. 

"Semacam gagasan bahwa di tempat lain di dunia mereka tidak pernah memikirkannya ke arah sana," jelas Chetwood.

Proyek Phoenix ini akan dimulai pada tahun 2016, direncanakan rampung dua tahun kemudian.

Selain akan menjadi gedung pencakar langit yang tertinggi serta ramah lingkungan di dunia, Phoenix akan diberi warna merah untuk menarik wisatawan.(ita)









Back to Top

Artikel Terkait Lainnya

Back to Top