Malam yang berat bagi winger timnas Belanda, Arjen Robben. Selain melihat timnya kalah dari Argentina di semifinal Piala Dunia 2014, pemain Bayern Munich itu juga harus melihat putranya, Luka, menangis usai Belanda kalah adu penalti di Arena de Sao Paulo, Rabu 9 Juli 2014 waktu setempat (Kamis pagi WIB).
Harapan Belanda melangkah ke final Piala Dunia untuk kali kedua pupus di tangan Argentina. Tim besutan Louis van Gaal itu tumbang di tangan Argentina lewat drama adu penalti, setelah kedua tim bermain imbang tanpa gol selama 120 menit.
Robben merupakan salah satu pemain terbaik Belanda ketika kalah dari Argentina. Bahkan, mantan pemain Real Madrid dan Chelsea itu nyaris membawa Belanda meraih kemenangan. Sayang, peluang emasnya saat injury time babak kedua berhasil digagalkan gelandang Argentina, Javier Mascherano.
Robben memang berhasil mengeksekusi penalti, tapi Belanda harus tersingkir setelah tendangan Ron Vlaar dan Wesley Sneijder diblok kiper Argentina, Sergio Romero. Winger 30 tahun itu terlihat tidak bisa berkata-kata usai melihat Belanda dikalahkan tim Tango.
Tapi, kemalangan Robben tidak berhenti sampai di situ. Seperti dilansir 101 Great Goals, Robben harus melihat putranya, Luka, menangis usai Belanda dikalahkan Argentina. Dalam pelukan sang ibu, Bernadien Eillert, Luka tak henti-hentinya menangis. Bahkan, ketika Robben berusaha menghiburnya, bocah 6 tahun itu tetap menangis.
"Kami sudah berusaha melakukan yang terbaik, dan melangkah sampai sejauh ini. Saya pikir, kami, para pemain, bisa bangga dengan hasil ini," ujar Robben seperti dilansir NOS. (art)

