Ilmu-ilmu filsafat dan kecerdasan manusia yang tak dibarengi dengan kepercayaan yang tinggi akan Tuhan bisa membuat manusia tak lagi percaya akan keberadaan Tuhan. Ada sejumlah ilmuwan yang punya bukti bahwa Tuhan, surga, dan neraka itu memang ada.
1. Dikisahkan pada tahun 1989 silam, sebuah tim ilmuwan Rusia di bawah pimpinan Dr. Azzacove, melakukan pengeboran tanah hingga 9 mil dalamnya. Pengeboran ini dilakukan di Siberia. Saat kedalaman mencapai 8 mil, suhu tanah di sana menjadi sangat amat panas. Panasnya pun tak tanggung-tanggung, yaitu mencapai 180 derajat Celcius.
Spoiler for Foto:

Suhu yang teramat panas ini digadang-gadang terjadi karena terbukanya lubang neraka. Keanehan kedua terjadi tatkala beberapa orang yang melakukan pengeboran tersebut mendengar jeritan-jeritan orang yang begitu putus asa. Nah lho, seram sekali bukan?
2. Pada tahun 2008, Eben Alexander III, seorang ahli bedah saraf Harvard, mengalami koma selama seminggu akibat infeksi otak yang amat parah. Scan otaknya menunjukkan bahwa otak dokter malang ini sudah tak lagi bisa berfungsi karena bakteri E coli menyerang dengan sangat ganas.
Spoiler for :

Tak disangka, seminggu kemudian Eben bangun dan mengatakan pengalaman yang luar biasa selama koma. Di saat-saat ia mendekati kematian, Eben sempat berjalan-jalan ke sebuah tempat yang begitu indah. Tempat ini dikatakan Eben sebagai surga. Perjalanan supranaturalnya ini ia tuangkan dalam sebuah buku yang berjudul Proof Of Heaven: A Neurosurgeon's Journey Into the Afterlife. Dalam bahasa Indonesia, artinya Pembuktian Surga: Sebuah perjalanan seorang ahli bedah saraf di kehidupan setelah kematian.
3. Dikisahkan, seorang dosen memberi pertanyaan kepada para mahasiswa jurusan kimia di University of Washington. Pertanyaannya adalah 'Apakah neraka bersifat eksotermik (mengeluarkan panas) atau endoterm (menyerap panas)?'. Sebagian mahasiswa jurusan kimia ini menganalisa pertanyaan tersebut dengan menggunakan hukum Boyle. Namun ada satu mahasiswa yang memiliki jawaban begitu mencengangkan
