Layanan darurat Selandia Baru baru-baru ini disibukkan dengan laporan tentang adanya sebuah pesawat jatuh. Tapi setelah diselidiki, ternyata itu bukanlah pesawat jatuh, melainkan sebuah balon yang merupakan proyek dari Google.
Dilansir TechTime, alkisah, seorang warga melaporkan ke polisi bahwa ia melihat ada pesawat yang jatuh di Samudra Pasifik dekat kota Cheviot, Selandia Baru, pada Jumat pekan lalu.
Meskipun pihak berwenang sudah menerima pemberitahuan dari Google tentang salah satu balon udaranya yang disebut Project Loon akan diturunkan di sekitar area tersebut pada waktu yang sama, namun pihak kepolisian tetap mengirimkan mobil polisi, ambulan, kapal penyelamat, dan helikopter penyelamat ke lokasi yang disebutkan, untuk berjaga-jaga.
Dan ternyata hal tersebut benar, karena yang disangka pesawat jatuh tersebut adalah balon dari Project Loon, proyek balon WiFi besutan Google yang mendarat.
Perwakilan Google Selandia Baru telah mengonfirmasikan bahwa balon tersebut milik Google dan berjanji akan mengganti kerugian yang telah dikeluarkan oleh layanan darurat lokal tersebut.
Menurut juru bicara dari helikopter penyelamat, mereka merasa senang karena Google bersedia mengganti dana dari usaha penyelamatan yang sudah dilakukan oleh para aparat setempat tersebut.
Google mulai melakukan uji coba balon WiFi-nya di Selandia Baru pada Juni ini. Raksasa internet tersebut memiliki tim khusus yang didedikasikan untuk memantau dan memulihkan kembali balon tersebut saat mendarat, dimana mereka telah berkoordinasi dengan pihak kontrol lalu lintas setempat saat balon tersebut mendarat.
Project Loon merupakan proyek yang dicanangkan Google dengan tujuan untuk menghadirkan akses internet berkecepatan tinggi di daerah-daerah terpencil dan tak terjangkau, dengan balon udara mereka.
Tujuan Google cukup sederhana, yakni dengan semakin banyak orang yang terhubung dengan internet, maka semakin banyak konsumen Google dan tentu saja pendapatan dari iklan mereka. [ikh]

