Pemerintah Iran mengklaim berhasil mencontek teknologi pesawat nirawak (drone) Amerika Serikat dan membuat duplikatnya. Drone AS ini adalah hasil tangkapan Iran saat melintasi negara tersebut pada Desember 2011.
Diberitakan Daily Mail, pengumuman ini disampaikan Iran pada Minggu, 11 Mei 2014, dalam sebuah rekaman video. Seorang pejabat pertahanan Iran mengatakan, mereka berhasil memecahkan kode rahasia drone dan mempelajari teknologinya.
"Teknisi kami berhasil memecahkan kode rahasia drone dan menyalinnya. Pesawat ini akan segera diujikan," kata dia.
Dalam rekaman juga terlihat pemimpin tertinggi Syiah Iran Ayatollah Khamenei yang hadir dalam pameran Garda Revolusi Iran. Dalam video, terlihat beberapa rudal balistik dan dua buah drone yang sama persis.
"Drone ini sangat penting untuk misi pengintaian," kata Khamenei, berdiri di depan duplikat drone AS. Foto Khamenei dengan drone tersebut juga diunggah di akun Twitternya.
Drone AS yang ditangkap adalah jenis RQ-170 saat pesawat itu terbang untuk memata-matai fasilitas nuklir Iran. AS awalnya tidak ambil pusing drone mereka ada di tangan pemerintah Teheran, karena teknologi di dalamnya sulit untuk diurai. Namun belakangan, Presiden Barack Obama secara resmi meminta Iran mengembalikan drone tersebut.
Sebelumnya, para ahli menyangsikan Iran mampu mempelajari teknologi drone AS. Pengamat keamanan nasional AS, Richard Aboulafia kepada Air Force Times 2011 lalu mengatakan sumber daya manusia di Iran tidak akan mampu membongkarnya.
"Ini seperti menjatuhkan Ferrari ke daerah yang memakai teknologi gerobak yang ditarik dengan kerbau. Tapi saya yakin mereka bisa menjualnya," kata Aboulafia.
Diduga, untuk mempelajari RQ 170, Iran mendapatkan bantuan dari Rusia dan China. Iran memang tengah mengembangkan program drone mereka sendiri yang mampu terbang ratusan kilometer dan dipersenjatai rudal. Dalam sebuah rekaman, drone Iran berhasil terbang dan merekam kapal perang AS yang berpatroli di Teluk. (ren)
