Edward Snowden, buronan dan pembocor rahasia intelejen AS, menyebut dirinya mata-mata terlatih yang mengkhususkan diri dalam pengawasan elektronik.
"Saya bukan analis rendahan," ujar Snowden dalam wawancara dengan NBC. "Saya menjadi agen rahasia di luar negeri untuk CIA dan NSA."
Menurut Snowden, AS mendapatkan data intelejen terbaik dari komputer, bukan manusia.
Ia melarikan diri dari AS, Mei 2013, dan sempat hidup di bawah perlindungan Rusia. Tahun lalu, Snowden menyalurkan dokumen rahasia NSA ke media massa, dua diantaranya adalah Washington Post dan Guardian.
Dokumen yang dibocorkan Snowden adalah praktek rinci Badan Keamanan Nasional AS (NSA) menyadap jutaan panggilan telepon di seluruh dunia, dan mengungkap agen yang menyadap para pemimpin negara-negara asing.
Pengungkapan ini memicu perdebatan di AS, mengenai bagaimana mungkin NSA diberi wewenang luas untuk melakukan pengawasan.
Kepada Brian williams, yang mewawancarai-nya, Snowden mengatakan dirinya dilatih sebagai mata-mata dalam pengertian tradisional, dan ditempatkan di luar negeri. Ia menyamar, berpura-pura bekerja, diberikan nama yang bukan namanya.
"Namun saya tidak merekrut agen lain, karena saya ahli teknis," ujar Snowden.
"Yang saya lakukan adalah menempatkan sistem yang bekerja untuk AS," lanjutnya. "Sistem itu ditempatkan di semua level pemerintah yang disadap, mulai dari bawah sampai atas."
Menurut Snowden, kini pemerintah AS mungkin saja membantah semua itu, dan mengawakan orang yang membocorkannya adalah analis rendahan. (*WPost/Guardians)

