Sereeemm.....Perubahan Iklim Makin Ekstrem gara-gara Level Co2 Meningkat


Konsentrasi karbondioksida di atmosfer diketahui telah melewati ambang batas baru. Hal ini semakin menyoroti semakin pentingnya pembatasan gas rumah kaca buatan manusia penyebab perubahan iklim.



Menurut Organisasi Meteorologi PBB, dilansir melalui Phys.org, Rabu 28 Mei 2014, pada April lalu untuk pertama kalinya konsentrasi bulanan rata-rata Co2 di atmosfir lebih dari 400 parts per million (ppm) di belahan bumi utara. Angka ini lebih besar dari pencemaran Co2 di belahan bumi selatan.

"Hal ini harus menjadi perhatian kita semua akan adanya peningkatan level gas rumah kaca yang mendorong perubahan iklim di dunia," ujar Ketua World Meteorological Organization of United Nations (WMO UN), Michel Jarraud.

Dikatakan Jarraud, jika manusia ingin menyelematkan planet bumu untuk keberlangsungan generasi mendatang, diperlukan langkah konkrit dengan segera untuk mengurangi perangkat gas emisi yang mulai memanaskan bumi.

"Waktu kita hampir habis," ujar Jarraud.

Sebelumnya, musim semi di belahan bumi utara telah melonjak menjadi 400 ppm. Belakangan, konsentrasi tersebut angkanya semakin meningkat. Bahkan konsentrasi rata-rata bulanan Co2 semakin melebihi ambang batas. Angka di atas 400 ppm seharusnya merupakan tingkat rata-rata emisi tahunan pada tahun 2015 atau 2016 secara global.

Ambang batas adalah makna simbolis dan ilmiah, serta memperkuat bukti bahwa pembakaran bahan bakar fosil bertanggung jawab terhadap peningkatan perangkat gas panas di atmosfer. Co2 akan tetap berada di atmosfer selama ratusan tahun. Bahkan umur Co2 di lautan akan lebih panjang dan bertahan lebih lama.

Sejauh ini, emisi gas rumah kaca dari aktivitas manusia berkontribusi sebanyak 85 persen atas peningkatan radiasi, yang berdampak pada panasnya iklim, mulai dari 2002 hingga 2012.

Menurut WMO, konsentrasi Co2 di atmosfer telah mencapai 393,1 ppm pada 2012 lalu atau sekitar 141 persen dari level pre-industrial yang mencapai 278 ppm.

Level Co2 di atmosfer diketahui terus meningkat. Bahkan dalam 10 tahun terakhir rata-rata meningkat 2 ppm per tahun. (ren)









Back to Top

Artikel Terkait Lainnya

Back to Top