Negara kita tercinta akhir-akhir ini sering dilanda bencana alam mulai dari gunung meletus, banjir, gempa, sampai cuaca ekstrimTetapi
semua ujian dari Tuhan YME itu seharusnya malah menempa dan menguatkan
kita. Kita harus bangkit dan tidak boleh mewek terus gan
Walaupun Indonesia sering dilanda bencana belum ada panduan/pendidikan khusus yang wajib dilatihkan pemerintah, mungkin lewat sekolah-sekolah seperti di Jepang.

Nah TS pribadi sebenarnya ingin menyusun sebuah panduan kecil lah, masih sebatas konsep. Dan bahan-bahannya semua didapat dari internet. Salah satu bahan yang sudah terkumpul adalah mengenal kekuatan gempa berdasarkan skala MMI.
Walaupun Indonesia sering dilanda bencana belum ada panduan/pendidikan khusus yang wajib dilatihkan pemerintah, mungkin lewat sekolah-sekolah seperti di Jepang.
Nah TS pribadi sebenarnya ingin menyusun sebuah panduan kecil lah, masih sebatas konsep. Dan bahan-bahannya semua didapat dari internet. Salah satu bahan yang sudah terkumpul adalah mengenal kekuatan gempa berdasarkan skala MMI.
Spoiler for Mengenal skala MMI:
Pada
umumnya kita lebih familiar dengan skala Richter daripada skala MMI.
Skala Richter ini menghitung kekuatan gempa berdasarkan logaritma
amplitudo gelombang gempa. Dalam prakteknya, skala Richter diketahui
menggunakan sebuah alat yang disebut Seismograf/Seismometer → cek : Wikipedia.org.
Karena berbentuk logaritma maka tiap kenaikan satu skala berarti
kekuatannya naik 10x lipat. Contoh gempa 7 SR lebih kuat 1000 kali dari
gempa 4 SR.
Sedangkan skala MMI, (Modified Mercally Intensity) yang dicetuskan oleh Giuseppe Mercalli pada tahun 1902. Skala ini digunakan untuk mengukur seberapa besar kerusakan yang ditimbulkan oleh gempa. Berbeda dengan Skala Richter, skala MMI ditentukan berdasar hasil pengamatan dari orang yang mengalami atau melihat gempa. Karena dihitung berdasar pengamatan, skala MMI ini tidak sama di setiap tempat. Lokasi yang dekat dengan episentrum (pusat gempa) harusnya memiliki skala MMI yang besar.
Oh iya kenapa disebut modified, karena skala MMI dapat dimodifikasi sesuai dengan keadaan suatu negara. Ini berhubungan dengan model/bahan bangunan yang umum di negara tersebut. Contohnya di Jepang kebanyakan rumah dari kayu sedangkan pedalaman Iran dari lumpur/bata tanpa semen, nah saat gempa efek yang terjadi akan berbeda.
Sedangkan skala MMI, (Modified Mercally Intensity) yang dicetuskan oleh Giuseppe Mercalli pada tahun 1902. Skala ini digunakan untuk mengukur seberapa besar kerusakan yang ditimbulkan oleh gempa. Berbeda dengan Skala Richter, skala MMI ditentukan berdasar hasil pengamatan dari orang yang mengalami atau melihat gempa. Karena dihitung berdasar pengamatan, skala MMI ini tidak sama di setiap tempat. Lokasi yang dekat dengan episentrum (pusat gempa) harusnya memiliki skala MMI yang besar.
Oh iya kenapa disebut modified, karena skala MMI dapat dimodifikasi sesuai dengan keadaan suatu negara. Ini berhubungan dengan model/bahan bangunan yang umum di negara tersebut. Contohnya di Jepang kebanyakan rumah dari kayu sedangkan pedalaman Iran dari lumpur/bata tanpa semen, nah saat gempa efek yang terjadi akan berbeda.
Spoiler for Tingkatan Skala MMI:
Spoiler for MMI I:
1 MMI

Getaran tidak dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang
Getaran tidak dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang
Spoiler for MMI II:
2 MMI

Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Spoiler for MMI III:
3 MMI

Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.
Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.
Spoiler for MMI IV:
4 MMI

Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.
Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.
Spoiler for MMI V:
5 MMI

Getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.
Getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.
Spoiler for MMI VI:
6 MMI

Getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik rusak, kerusakan ringan.
Getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik rusak, kerusakan ringan.
Spoiler for MMI VII:
7 MMI

Tiap-tiap orang keluar rumah. Kerusakan ringan pada rumah-rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan yang konstruksinya kurang baik terjadi retak-retak bahkan hancur, cerobong asap pecah. Terasa oleh orang yang naik kendaraan.
Tiap-tiap orang keluar rumah. Kerusakan ringan pada rumah-rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan yang konstruksinya kurang baik terjadi retak-retak bahkan hancur, cerobong asap pecah. Terasa oleh orang yang naik kendaraan.
Spoiler for MMI VIII:
8 MMI

Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi yang kuat. Retak-retak pada bangunan degan konstruksi kurang baik, dinding dapat lepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen-monumen roboh, air menjadi keruh.
Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi yang kuat. Retak-retak pada bangunan degan konstruksi kurang baik, dinding dapat lepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen-monumen roboh, air menjadi keruh.
Spoiler for MMI IX:
9 MMI

Kerusakan pada bangunan yang kuat, rangka-rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak retak. Rumah tampak agak berpindah dari pondamennya. Pipa-pipa dalam rumah putus.
Kerusakan pada bangunan yang kuat, rangka-rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak retak. Rumah tampak agak berpindah dari pondamennya. Pipa-pipa dalam rumah putus.
Spoiler for MMI X:
10 MMI

Bangunan dari kayu yang kuat rusak,rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.
Bangunan dari kayu yang kuat rusak,rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.
Spoiler for MMI XI:
11 MMI

Bangunan-bangunan hanya sedikit yang tetap berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat dipakai sama sekali, tanah terbelah, rel melengkung sekali.
Bangunan-bangunan hanya sedikit yang tetap berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat dipakai sama sekali, tanah terbelah, rel melengkung sekali.
Spoiler for MMI XII:
12 MMI

Hancur sama sekali, Gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan menjadi gelap. Benda-benda terlempar ke udara.
Hancur sama sekali, Gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan menjadi gelap. Benda-benda terlempar ke udara.
Spoiler for Apakah skala Richter bisa dikonversi jadi MMI?:
Skala
MMI nggak bisa dikonversi jadi skala Ritcher, begitu sebaliknya. Karena
skala MMI berdasarkan pengamatan langsung dan kadang bersifat
subyektif.
Banyak faktor yang mempengaruhi intensitas/tingkat kerusakan gempa (skala MMI)
Faktor-faktornya :
Banyak faktor yang mempengaruhi intensitas/tingkat kerusakan gempa (skala MMI)
Faktor-faktornya :
- Magnitudo gempa (skala Richter) → semakin tinggi nilai, kerusakan semakin besar (MMI tinggi)
- kedalaman gempa → semakin dangkal, kerusakan semakin besar (MMI tinggi)
- letak episentrum → semakin dekat dari pusat gempa, kerusakan semakin besar (MMI tinggi)
- komposisi tanah/batuan → semakin tanah labil, kerusakan semakin besar (MMI tinggi) → ini kasus Jakarta. Jika ada gempa di pantai selatan Jabar, intensitas gempa yang dirasakan warga Jakarta terkadang lebih besar dari pada warga Bandung. Karena tanah Jakarta jenisnya kurang stabil (tanah muda, endapan lumpur) CMIIW
- sosiobudaya : konstruksi bangunan → semakin lemah/tidak fleksibel dan umur tua, kerusakan semakin besar (MMI tinggi) → ini kasus Jogja, banyak bangunan ambruk (MMI tinggi) karena konstruksi bangunan yang tidak kuat dan usianya tua.
Spoiler for Contoh Kasus:
Ini contoh kekuatan MMI, data yang TS dapat dari BMKG
Tanggal 11/02/2014
Jam 13:46:19 WIB
Terjadi gempa 4.5 SR di kedalaman 30 Km
Pusat gempa berada di laut 80 km selatan Malang
Kekuatan yang dirasakan penduduk :
Berarti sebagian besar penduduk di Malang merasakan jendela kaca bergetar karena gempa sedangkan penduduk di Pandaan kemungkinan besar tidak menyadari adanya gampa.
Ada kasus juga skala Richternya sama tapi tingkat kekuatan berdasar MMI berbeda. Atau skala Richter lebih kecil tapi MMInya besar.
Contoh gempa Aceh dan Christchurch Selandia Baru berdasar MMI, tingkat kerusakannya sama yaitu skala 9. Tapi berdasar skala Richter, gempa di Christchurch hanya 6,3 SR sedangkan Aceh 9,0 SR
Tanggal 11/02/2014
Jam 13:46:19 WIB
Terjadi gempa 4.5 SR di kedalaman 30 Km
Pusat gempa berada di laut 80 km selatan Malang
Kekuatan yang dirasakan penduduk :
- III-IV MMI di Malang,
- II MMI di Karangkates,
- II MMI di Blitar,
- I-II MMI di Pandaan
Berarti sebagian besar penduduk di Malang merasakan jendela kaca bergetar karena gempa sedangkan penduduk di Pandaan kemungkinan besar tidak menyadari adanya gampa.
Spoiler for Contoh Gempa Jogja 2006:
Ada kasus juga skala Richternya sama tapi tingkat kekuatan berdasar MMI berbeda. Atau skala Richter lebih kecil tapi MMInya besar.
Contoh gempa Aceh dan Christchurch Selandia Baru berdasar MMI, tingkat kerusakannya sama yaitu skala 9. Tapi berdasar skala Richter, gempa di Christchurch hanya 6,3 SR sedangkan Aceh 9,0 SR
http://www.kaskus.co.id/thread/53043d82a4cb17265a8b4624/mengenal-kekuatan-gempa-berdasarkan-skala-mmi/| digali.blogspot.com
