Menjaga tubuh tetap sehat dan bugar, biasanya dilakukan dengan olahraga teratur dan mengonsumsi banyak sayuran. Tapi hal itu tidak berlaku bagi Peter Bickerton, seorang mahasiswa PhD di Manchester Univerity. Baginya, ada cara yang lebih menyenangkan untuk menjaga kesehatan dibanding olahraga dan mengonsumsi sayuran, yaitu dengan mengonsumsi serangga.
Pria berusia 24 tahun ini mengaku sudah menghabiskan lebih dari 10 ribu jangkrik, 5 ribu ekor belalang dan seribu larva. Serangga-serangga itu tidak dimakannya begitu saja. Ia menjadikan serangga selayaknya makanan biasa, seperti oatmeal berbahan belalang beku untuk sarapan atau sandwich isi jangkrik saat makan siang. Di malam hari, ia akan menyantap sepiring taco larva. Pola makan ini dipercaya Peter sebagai cara yang paling efektif untuk mencegah kolesterol dan penyakit jantung.
"Semuanya berawal saat pamanku yang meninggal di usia 45 tahun karena penyakit jantung. Sebulan kemudian, pamanku yang lain terkena serangan kantung hingga menjalani operasi tiga kali. Tak lama bibiku kena stroke," kisah Peter seperti dilansir Daily Mail.
Bahkan, ibunya pun memiliki kadar kolesterol yang tinggi. Merasa kesehatannya terancam, Peter lantas menempuh cara agar ia tak bernasib sama seperti keluarganya. Setelah mencari informasi, Peter memutuskan untuk mengonsumsi serangga sebagai upayanya mencegah penyakit jantung.
Ia pertama kali mengonsumsi serangga di tahun 2009 saat pergi ke Ekuador. Di tempat itu, ia bertemu dengan salah satu suku yang menyediakan larva kumbang bakar sepanjang tiga inci dan mencicipinya. "Rasanya sungguh luar biasa," ujarnya.
Peter tidak lantas mengonsumsi serangga dengan segera. Ia melakukan penelitian lebih lanjut tentang manfaat konsumsi serangga di tahun 2011. Ia pun menemukan bahwa bahwa serangga merupakan sumber makanan yang paling sedikit mengandung minyak jenuh dibanding daging hewan lainnya. Seperti diketahui, lemak jenuh adalah penyebab penyakit jantung.
Tidak hanya itu, dari hasil penelitiannya Peter pun menemukan bahwa serangga mengandung protein dua kali lebih banyak dibanding daging sapi. Kandungan omega-3 nya pun lebih tinggi dibanding ikan. Sejak itu, Peter mulai memasukkan serangga sebagai menu sehari-harinya. Ia pun terkadang memadukannya dengan daging biasa.
Berbagai resep pun dicoba Peter. Mulai dari burger belalang dan daging sapi, puding larva, belalang asam manis, pizza belalang, dan sandwich jangkrik dipadu saus kacang. Semenjak makan serangga, Peter mengaku tubuhnya lebih fit dan berat badannya stabil.
"Aku juga lebih berenergi karena aku percaya serangga mengandung lebih banyak zat besi. Misalnya saja belalang, kandungan zat besinya sepuluh kali lebih banyak dibanding daging lainnya," ujar Peter.
Apa yang dilakukan Peter tak jarang membuat keluarga dan temannya merasa aneh sekaligus jijik. Meski begitu, Peter senang karena kekasihnya, Marina sudah bisa mengubah pola makannya sebab ia juga menyukai diet serangga seperti Peter.
Selama ini, Peter mendapat pasokan serangga dari peternak serangga di Somerset. Ia mengatakan, serangga favoritnya adalah belalang sebab rasanya manis dan gurih, terutama di bagian kepalanya.
"Dengan makan serangga Anda juga bisa menghemat kekayaan alam berupa biji-bijian, air dan sumber bahan makanan lainnya," tandasnya.


No comments:
Post a Comment