Jika seseorang selalu bertindak kasar atau suka memaki, bukan berarti orang tersebut memiliki kepribadian yang buruk. Seperti apa yang dialami oleh seorang bocah bernama Zack Lamb. Zack didiagnosa oleh dokter mengalami sebuah sindrom yang disebut sindrom Tourette. sindrome ini membuat Zack tidak bisa berhenti untuk bertindak kasar. Akibatnya dokter memutuskan untuk membuat Zack menjadi koma untuk mencegah ia melukai orang lain
Sindrom tourette adalah sebuah kelainan saraf yang menyebabkan seseorang mengeluarkan tics, gerakan tak terkendali, secara berulang-ulang. Pada beberapa orang, efek dari tics ini hanya berupa berkedip, menyentakkan kepala, menyalak, atau memekik. Namun pada pasien yang mengalami tic dengan tingkat yang parah mereka bisa saja melompat-lompat, memukul, menggigit, atau mengeluarkan sumpah serapah tanpa terkendali.
Dalam kasus Zack, tic yang dialaminya membuat bocah asal Carolina Utara itu tak bisa berhenti memaki, bahkan tak jarang ia memukul orangtuanya, bersikap kasar, dan mengakibatkan puluhan lubang di dinding rumahnya. Bocah itu bahkan pernah mematahkan pergelangan tangan keluarganya karena tic yang dialaminya. "Suatu hari, di rumah sakit, aku memukul, memutar lengannya, mematahkan lengannya. Dan aku merasa bersalah setelahnya. Aku pun menangis karenanya," papar Zack terbata-bata.
Karena belum menemukan obat untuk sindrome Tourette yang dialami oleh Zack, dokter memutuskan untuk membuat bocah itu koma guna menghentikan tic yang dialaminya. Satu-satunya cara agar Zack bisa kembali normal adalah dengan melakukan operasi otak yang disebut Deep Brain Stimultion. Dalam operasi ini, dokter akan menanamkan sebuah baterai ke dalam otak Zack. Baterai itu nantinya akan mengekang kedutan otot yang merangsang tic kekerasan dengan memancarkan impuls listrik.
Sayangnya Mary, ibu Zack, merasa metode ini terlalu berisiko tinggi dan ia khawatir putranya tidak akan terbangun setelah melakukannya. "Jika mereka melakukannya, dan membuatnya tertidur, akankah dia bangun?" ungkapnya seperti dikutip dari News.co.au. Salah satu penderita sindrom Tourette yang sukses menjalani Deep Brain Stimulation adalah Andrew Joannou (46). Pria yang memiliki tic parah yakni menonjok kepalanya sendiri dan mengeluarkan sumpah serapah tak terkendali itu kini telah terbebas dari tic-tic yang membahayakan, baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain.


No comments:
Post a Comment