Jakarta, Keinginannya sederhana, ia hanya ingin menyelesaikan pendidikannya di jurusan Bahasa Inggris agar bisa memenuhi mimpinya sebagai guru. Tapi ia terpaksa harus drop out karena alergi debu yang membahayakan nyawanya.
Alergi yang diidap Kirsty Ashman itu membuatnya tak bisa berada di ruang belajar mahasiswa atau ruang kuliah yang berdebu, karena itu bisa membunuhnya sewaktu-waktu.
Awalnya Kirsty berkuliah di Queen Mary's University, London namun itu hanya berlangsung satu semester karena alergi membuatnya lebih banyak menghabiskan waktu di rumah sakit ketimbang di kampus.
Lalu ia memutuskan untuk pindah ke Anglia Ruskin University di Cambridge, meski untuk bisa ke kampus ini Kirsty harus menggunakan kereta komuter setiap hari dari rumahnya. Di kampus ini ia sempat bertahan hingga hampir setahun sebelum serangkaian serangan asma memaksanya untuk drop out.
Dalam dua tahun itu, Kirsty tercatat mengalami lebih dari 15 kali serangan asma mematikan akibat terpapar debu, rumput, serbuk sari, bulu binatang dan jamur.
"Toilet dan kantin kampus juga selalu berbahaya karena produk pembersihnya pun dapat memicu serangan," katanya seperti dilansir Daily Mail, Kamis (12/12/2013).
Gadis berusia 22 tahun ini sebenarnya sudah mengidap demam hay (hay fever) sejak kecil tapi gejalanya mulai terlihat makin parah ketika usianya menginjak 18 tahun karena infeksi pada dadanya. Kondisi ini menyebabkan reaksi alergi yang dimiliki Kirsty juga makin buruk.

Sumber :http://health.detik.com/read/2013/12/12/072727/2439516/763/alergi-debu-mahasiswi-ini-tak-bisa-buka-buku-dan-terpaksa-do?l992202755
sumber | digali.blogspot.com
Alergi yang diidap Kirsty Ashman itu membuatnya tak bisa berada di ruang belajar mahasiswa atau ruang kuliah yang berdebu, karena itu bisa membunuhnya sewaktu-waktu.
Awalnya Kirsty berkuliah di Queen Mary's University, London namun itu hanya berlangsung satu semester karena alergi membuatnya lebih banyak menghabiskan waktu di rumah sakit ketimbang di kampus.
Lalu ia memutuskan untuk pindah ke Anglia Ruskin University di Cambridge, meski untuk bisa ke kampus ini Kirsty harus menggunakan kereta komuter setiap hari dari rumahnya. Di kampus ini ia sempat bertahan hingga hampir setahun sebelum serangkaian serangan asma memaksanya untuk drop out.
Dalam dua tahun itu, Kirsty tercatat mengalami lebih dari 15 kali serangan asma mematikan akibat terpapar debu, rumput, serbuk sari, bulu binatang dan jamur.
"Toilet dan kantin kampus juga selalu berbahaya karena produk pembersihnya pun dapat memicu serangan," katanya seperti dilansir Daily Mail, Kamis (12/12/2013).
Gadis berusia 22 tahun ini sebenarnya sudah mengidap demam hay (hay fever) sejak kecil tapi gejalanya mulai terlihat makin parah ketika usianya menginjak 18 tahun karena infeksi pada dadanya. Kondisi ini menyebabkan reaksi alergi yang dimiliki Kirsty juga makin buruk.
sumber | digali.blogspot.com
