Game Flappy Bird telah ditarik dari pusat aplikasi App Store dan Google Play. Tapi bukannya berhenti, demam game ini justru makin menjadi.
Pasca Flappy Bird 'kiamat', muncul banyak game kloningan mirip dengan Flappy Bird seperti Flappy Bee, Flappy Plane, Flappy Super Hero, Flappy Flyer sampai Flappy Bird Flyer.
Beberapa pengembang membesut game ini menyematkan nama Flappy atau Bird saja. Seakan ingin mengulangi kesuksesan Flappy Bird.
Jika pengembang masih demam, Apple dan Google sudah merasa jengah dengan kloningan game Falppy Bird. Pusat aplikasi kedua perusahaan itu menolak pengiriman game yang berbau Flappy Bird.
Sontak saja, pengembang merasa kecewa dengan kebijakan Apple dan Google itu. Misalnya pengembang game asal Vancauver, Ken Carpenter. Ia merasa sial mengingat gamenya, Flappy Dragon ditolak App Store maupun Google Play.
Carpenter mempersoalkan jawaban Apple, "Kami menemukan nama aplikasi Anda berusaha mempengaruhi aplikasi populer".
"Ini minggu yang sial bagiku: Ditolak.'Kami menemukan nama aplikasi Anda berusaha mempengaruhi aplikasi populer'. Aplikasi yang mana? apakah Facebook termasuk juga?" kicau Carpenter di Twitter.
Ternyata kesialan juga tak hanya dirasakan Carpenter saja. Pengembang game lain juga ditolak Apple, dengan alasan yang sama.
"@madgarden @wtrebella @kylnew @MindJuiceMedia Saya pikir Anda harus mensubmit kembali. Selain Carpenter, saya mengetahui ada 3 pengembang lain yang telah ditolak," tulis akun @Kuyimobile.
Apple disebutkan tak ingin mendapatkan durian runtuh dengan penyebaran aplikasi yang membingungkan pengguna.
Tak Adil
Namun sayangnya, penolakan Apple atas game kloningan Flappy Bird dianggap tak adil. Sebab saat ini game kloningan sejenis lain masih terdapat di App Store bahkan bertengger di papan atas.
Menurut pengembang yang ditolak, Apple harus bersikap adil dengan meminta game kloningan Flappy Bird yang ada untuk mengganti nama atau menarik dari App Store.
"Flappy bee yang bertengger di Top 15 seharusnya menjadi Jumpy bee. Masalah merek dagang? Apa lagi? (dan kloningan Flappy masih banyak)," tulis akun @OurielOhayon kesal.
Senada dengan Apple, Google Play juga menolak game kloningan Flappy. Gagal di App Store, Carpenter mencoba pertuntungan Flappy Dragon-nya dengan mengirimkan ke Google Play. Namun ia harus gigit jari kedua kalinya. Game Flappy juga ditolak.
"Tampaknya Flappy Dragon harus diubah dengan Derpy Dragon. Saya juga ditolak Google Play," tulis Carpenter yang memiliki akun @MindJuiceMedia.
Curhatan Carpenter itu juga mengundang respon dari pengembang lain.
"@wtrebella @MindJuiceMedia bahkan Google Play juga menolak pengiriman aplikasi yang menggunakan Flappy dalam judulnya. Kini kondisi mulai jenuh," tulis akun Kuyi Mobile.
Carpenter juga memprotes keputusan Google Play yang melarang game Flappy Bird tidak sedari awal. Ia mengaku game-nya sempat nampang di Google Play selama beberapa jam. Namun dalam hitungan 24 jam ia mendapatkan pemberitahuan penarikan game melalui email.
"Mereka hanya sewenang-wenang menghapus aplikasi tanpa peringatan," kata Carpenter heran dengan alasan kenapa game buatannya ditarik dengan alasan spam sesuai ketentuan kebijakan Google Play.
"Dan tidak secara khusus menyebut apa pelanggaran saya," tambahnya.
Carpenter sempat membuang nama Flappy dan kemudian mengirimkan lagi ke Google Play. Namun setelah beberapa jam, game itu hilang dari Google Play.
Hingga saat ini Apple dan Google belum memberikan tanggapan resmi atas kritik dari pengembang. (umi)


No comments:
Post a Comment