Banyaknya informasi mengenai banjir membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menghimpunnya dalam satu ruang pengendali operasi. Di ruangan ini seluruh informasi terkait banjir Jakarta dikelola.
Ruangan yang dimaksud adalah Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BPBD DKI Jakarta yang terletak di gedung Balaikota DKI, Jalan Medan Merdeka Pusat, Jakarta Pusat.
"Pusdalops berada di bawah bagian informasi dan pengendalian BPBD DKI Jakarta. Informasi dari sini kita laporkan ke gubernur dan wakil gubernur," kata staf Pusdalops, Ratman saat ditemui di ruangannya, Senin (20/1/2014).
Ratman kemudian menjelaskan bagaimana ruangan itu beroperasi, termasuk bagian-bagian yang seluruhnya berupa layar.
Ruangan berukuran sedang itu memiliki sebuah layar besar berukuran sekitar 5x3 meter. Ada 16 komputer yang setiap satu orang staf Pusdalops mengendalikan 2 komputer.
Pada layar besar menampilkan seluruh informasi terkait banjir dari seluruh komputer staf. Paling kanan atas layar menampilkan status 12 pintu air terhubung Jakarta yang diperbaharui secara real time setiap satu jam.
"Tanda merah siaga I, kuning siaga II dan agak kuning siaga III," ujarnya.
Di bawahnya menampilkan tinggi muka air di tiap pintu air di mana Manggarai masih berada di sekitar 800 cm. Pada sisi tengah layar adalah suhu udara dan kelembaban, serta di tengah bawah adalah peta daerah terkena banjir.
Sementara pada sisi layar paling kiri adalah peta aliran air dari tiap pintu air. Di bawahnya menampilkan peta sebaran hujan dan informasi dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) terkait prediksi hujan.
"Misal saat kita mendapat informasi Katulampa siaga I, maka air akan mengalir ke Depok dalam waktu 9 dan ke Manggarai sekitar 4 jam. Wilayah terdampak (banjir) begitu Katulampa siaga I kita buat broadcast ke lurah-lurah mengumumkan agar warganya siaga," papar Ratman.
"Makanya wilayah Jakarta Timur warganya sudah tahu kapan air sampai sini," imbuhnya.
Tak hanya ruang Pusdalops, di belakang ruang pengendali operasi itu terdapat ruangan yang lebih kecil yaitu ruang call center untuk menerima pengaduan warga Jakarta.
"Kita ada call center 164 untuk pengaduan warga. Laporan kita terima 24 jam non stop. Ada 9 orang yang bertugas menerima laporan dari warga," ucapnya.
sumber | wowunic.blogspot.com | http://news.detik.com/read/2014/01/21/050941/2472962/10/1/menengok-ruang-pusat-informasi-banjir-bpbd-dki-jakarta
