Tak dipungkiri, smartphone palsu atau tiruan dari berbagai vendor besar kini marak di pasaran. Anda pun dituntut untuk cerdas dan bisa memilah smartphone asli dan palsu. Tak hanya di Asia, bahkan di Eropa pun fenomena serupa kerap terjadi.
Sebuah kasus smartphone palsu yang baru-baru ini menghebohkan adalah Samsung Galaxy S4S di Jerman. Pemerintah setempat sedikitnya menemukan Galaxy S4S palsu sebanyak 250 unit, seperti yang dikutip dari Phone Arena (27/1).
Pemerintah setempat menemukan perangkat palsu ini di Bandara Stuttgart dalam pengiriman yang berasal dari Hong Kong. Lantas, mereka menyita seluruh perangkat palsu tersebut untuk dihancurkan (dengan menggunakan palu).
Menurut Stuttgarter Nachrichten, petugas Bea Cukai di Bandara Stuttgart, menaksir bahwa 250 unit Samsung galaxy S4S palsu tersebut jika terjual di Jerman akan menghasilkan uang senilai USD 2000 atau setara dengan Rp 24 juta.
Kini pemerintah Jerman mewaspadai peredaran smartphone palsu yang marak terjadi. Tak hanya di Jerman saja, mereka juga mengimbau kepada negara-negara lain untuk cermat dalam penyelidikan barang kiriman dari negara lain. Khususnya kiriman barang yang tertuju pada negara berkembang. Sebab, banyak negara berkembang yang cenderung 'doyan' membeli smartphone palsu atau tiruan.
Untuk itu, jika Anda ingin membeli smartphone apa saja, sebaiknya langsung membeli di toko resmi atau distributor terpercaya agar tak terjadi hal semacam itu. Bisa jadi setelah Anda mentransfer sejumlah uang, namun barang pesanan Anda tertahan karena terindikasi sebagai barang palsu.
[ega]

