Kalau ada penghargaan pekerjaan terbanyak, mungkin itu akan jatuh ke tangan Matt Frost. Pria berusia 30 tahun itu tak pernah puas soal karier. Ia terus-terusan mengejar pekerjaan yang baru.
Bayangkan saja, sepanjang 2013 ini ia sudah ganti pekerjaan sebanyak 52 kali. Artinya, ia melakoni pekerjaan berbeda setiap minggu sekali. Uniknya, pekerjaannya tak terbatas di satu bidang saja.
Beberapa pekerjaan yang pernah dilakoninya: asisten pribadi presenter Phillip Schofield dan fotografer bintang pop Jessie J. Matt juga pernah menjajal industri permainan komputer.
“Berkecimpung dalam industri video game adalah pekerjaan yang paling saya nikmati, ini pengalaman yang fenomenal,” ucapnya, seperti dilansir laman Metro.
Baginya, yang terpenting adalah mencintai pekerjaan saat melakoninya. Itu bisa dipengaruhi lingkungan. Jika orang-orang sekitar memiliki kecintaan yang sama seperti Anda dalam suatu pekerjaan, kata Matt, hasilnya adalah kenyamanan.
Terbukti, ia tak pernah mengeluh di setiap pekerjaannya, seberapa pun drastis pergantian peran yang ia lakukan. Padahal, ia harus bekerja sepanjang waktu hampir tanpa istirahat. Namun, ia tetap menikmati.
“Ini sangat menakjubkan, meski sulit dilakukan. Hidup saya sama sekali tidak glamor. Saya tidur di sofa, pergi kemana-mana dengan bus termurah, sampai berusaha mengelompokkan pekerjaan bersama-sama. Tapi saya sudah tidak bisa mengeluh,” ungkapnya.
Yang unik dan inspiratif dari Matt, adalah kebiasaannya untuk tetap berbagi. Ia kerap menghemat pengeluaran agar bisa menabung lebih banyak. Di akhir minggu, ia rutin mendonasikan gajinya untuk amal.
Bermula dari kecelakaan
Apa sebenarnya yang memicu Matt gonta-ganti pekerjaan setiap minggu sekali? Sekitar 18 bulan lalu, ia masih seorang manajer toko di London. Matt kemudian mengalami kecelakaan. Ia butuh waktu beberapa lama untuk pulih.
Kecelakaan itu menyadarkan Matt akan sesuatu. “Mungkin bukan ini yang sebenarnya saya inginkan untuk hidup,” ungkapnya, seperti ditulis dalam situs One Week Job.
Ia kemudian punya ide untuk mencoba beberapa pekerjaan sebelum kembali pada komitmen kerja penuh waktu. Benaknya berpikir, mungkinkah berganti 52 pekerjaan selama setahun?
Ia pun bekerja sama dengan seorang asal Kanada, untuk melakoni “proyek” itu di Inggris. Tujuannya bukan hanya untuk kepuasan diri.
Matt juga ingin membuktikan, setiap orang bisa mendapat kebahagiaan di tempat kerja. Ia berharap, yang dilakoninya itu dapat menginspirasi sekitar 2,53 juta pencari kerja di Inggris.
“Orang-orang tidak harus menerima hal-hal yang mereka tidak senang. Jika dalam petualangan besar ini saya bisa menginspirasi orang untuk mencoba yang tak pernah mereka lakukan, saya akan merasa berharga dan berhasil. Lebih dari keberhasilan di tempat kerja sebelumnya,” ucapnya.
Lantas, apa yang sebenarnya diinginkan Matt dalam hidup? Ia sudah menemukan gairahnya sendiri: menjadi pebisnis dengan berinvestasi sendiri. (sj)

