Dalam 60 tahun terakhir, dunia telah menghabiskan ratusan miliar dolar untuk mengembangkan dan membangun kapal selam bertenaga nuklir. Sekitar 300 kapal telah dibangun hingga saat ini, dan sebagian besar milik Rusia. Meskipun terkesan angker, kenyataannya kapal selam nuklir baru satu kali digunakan dalam pertempuran yaitu pada tahun 1982 ketika sebuah SSN (kapal selam serang bertenaga nuklir) Inggris menenggelamkan sebuah kapal jelajah Argentina.
Ketika Perang Dingin berakhir, Rusia mulai melakukan cek ulang besar
pada armada besar kapal selam nuklirnya, yang terdiri dari puluhan kapal
selam tua yang ternyata jumlah yang bermasalah lebih banyak daripada
jumlah patut dipertahankan. Dengan runtuhnya kekuatan kapal selam Rusia,
Angkatan Laut Amerika Serikat otomatis menjadi kekuatan utama dunia
untuk kapal selam nuklir, mencapai 100 kapal selam nuklir pada akhir
Perang Dingin, namun saat ini menyusut hingga di bawah angka 50.
Setidaknya butuh waktu satu dekade bagi China untuk membangun kapal selam nuklir pertamanya, yaitu Tipe 091 Long March yang mulai masuk layanan pada 1974. Sebagai SSN pertama (tahap belajar), kapal selam ini tidak lagi dioperasikan hingga pertengahan 1980-an. Tipe 091 berukuran kecil (4.100 ton) dan diawaki oleh sekitar 75 pelaut. Didalamnya tertanam sonar buatan Perancis, dan berbagai peralatan elektronik lainnya yang merupakan buatan asing. Pada 1980-an China diperkirakan akan menonaktifkan kapal-kapal selam nuklir ini, namun ternyata tidak, China memperbaiki dan meng-upgrade-nya. Sudah lima unit Tipe 091 yang dibangun, dua sudah pensiun dan satu lagi diubah menjadi museum. Meskipun sudah di-upgrade, Tipe 091 juga jarang sekali pergi melaut. Selama ini China hanya menggunakannya untuk pelatihan awak, ini semua karena tingkat kebisingan kapal yang tidak layak untuk tugas tempur.
Tipe 091 dianggap lebih membahayakan kru daripada musuh. Meskipun belum pernah mengalami kecelakaan reaktornya, tapi tidak dapat diandalkannya kapal selam ini dan risiko bocornya radiasi, telah membuat ketakutan besar bagi mereka yang mengawakinya. Generasi SSBN China pertama, yaitu Tipe 092 (6.500 ton) mulai dioperasikan pada awal 1980-an, merupakan versi yang lebih besar dari Tipe 091. Tipe 092 dilengkapi dengan empat tabung rudal, dan juga jarang pergi melaut. Selanjutnya China kembali menghabiskan waktu untuk membangun kapal selam nuklir yang lebih baik lagi, terutama untuk mengatasi masalah kebisingan, yaitu dengan membangun SSN Tipe 093 dan SSBN Tipe 094.
SSN Tipe 093 muncul pada tahun 2002. Tipe 093 juga sudah dinggap teknologi usang oleh China, lalu muncullah SSN Tipe 095 yang diluncurkan pada tahun 2010 dan diharapkan akan masuk layanan pada 2015 nanti. Tipe 095 saat ini telah menjalani uji coba laut namun sedikit sekali informasi mengenai kapal selam nuklir baru China ini.
Kembali ke SSN Tipe 093, setelah kapal ini pergi melaut, rupanya China tidak puas dengan kinerjanya karena Tipe 093 masih berisik dan memiliki daftar panjang cacat kecil. Hingga kini China terus dihantui problem mendasar dalam membangun kapal selam nuklir, namun bangsa China terus bertekad untuk membangun kapal selam nuklir yang lebih baik lagi.
Kini China telah membangun Tipe 94 dan saat ini mungkin sudah enam unit.
Meskipun SSBN 094 sudah dalam layanan, sama seperti yang sebelumnya,
kapal selam ini juga belum pernah melakukan patroli laut. Tipe 094
pertama kali diluncurkan pada 2004 dan dikatakan masuk layanan pada
2007. Tipe 094 juga mirip dengan SSN 093. SSBN ini dipersenjatai dengan
dua belas rudal balistik JL-2 dan enam tabung torpedo.
Menguasai teknologi SSBN memang menakutkan bagi negara lain. Namun China
tidak terburu-buru mengoperasikan kapal-kapal selam nuklirnya secara
penuh. Jika jadi, 094 akan memulai patroli tempur pertamanya pada 2014.
Namun tidak hanya pada kapal selam, ini juga tergantung dari kesiapan
rudal balistik JL-2.

sumber | wowunic.blogspot.com | http://www.artileri.org/2013/11/kapal-selam-nuklir-china-mulai-keluar-persembunyian.html
