Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip detik Finance, Senin (4/11/2013) impor teh dari Januari-September 2013 sebesar 16.557 ton atau US$ 23,4 juta. Sedangkan kopi adalah 14.343 ton atau US$ 34,7 juta.
Pada rinciannya, impor teh berasal dari negara-negara seperti Vietnam dengan volume 10.173 ton atau US$ 10,68 juta. Kemudian Kenya dengan 1.127 ton atau US$ 3,3 juta, India 1.020 ton atau US$ 2,35 juta, Iran 3.265 ton atau US$ 2,07 juta, Srilanka 118 ton atau US$ 1,28 juta dan negara lainnya 851 ton atau US$ 3,62 juta.
Sementara untuk kopi, Vietnam juga merupakan pemasok terbesar di antara negara lainnya. Tercatat impor dari Vietnam mencapai 9.270 ton atau US$ 18,98 juta. Selain itu Brazil sebesar 2.058 ton atau US$ 6,6 juta, Amerika Serikat sebesar 291 ton atau US$ 1,32 juta, Italia 67 ton atau US$ 1,25 juta dan negara lainnya 994 ton atau US$ 2,46 juta.
Sementara Cokelat (kakao) adalah satu komoditas yang masih diimpor untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri. Tercatat dalam sembilan bulan pertama (Januari-September) tahun 2013 impor cokelat sebesar 23.437 ton atau US$ 57,9 juta atau sekitar Rp 657,8 miliar.
Dalam tiga bulan terakhir, impor cokelat terus terlihat ada peningkatan. Juli 2013, impor cokelat tercatat 1950 ton US$ 4,75 juta. Kemudian Agustus impor sebesar 3.178 ton atau US$ 7,74 juta dan September 3.929 ton atau US$ 9,44 juta.
Secara mayoritas cokelat impor berasal dari negara-negara di Afrika. Paling besar berasal dari Gana dengan total 8.250 ton atau US$ 20,7 juta.
Selanjutnya adalah Pantai Gading sebesar 6.366 ton atau US$ 15,95 juta, Papua Nugini 3.402 ton atau US$ 8,28 juta, Kamerun 2413 ton atau US$ 5,8 juta, Ekuador 1.001 ton atau US$ 2,25 juta dan negara lainnya 2.002 ton atau US$ 4,83 juta.
sumber | wowunic.blogspot.com | http://finance.detik.com/read/2013/11/04/105028/2402992/4/ri-masih-doyan-impor-teh-kopi-dan-coklat
