Bocah bernama Jake Frood sudah aktif berlatih salah satu jenis beladiri tersebut sejak usianya baru tiga tahun, terutama setelah menonton film klasik, The Karate Kid.
"Ketika menonton Karate Kid, ia benar-benar menyukainya dan sejak itu ia giat berlatih. Dan kami tak pernah tahu ada anak seusinya yang telah menggondol sabuk hitam. Rasanya sungguh sulit dipercaya dan tanpa seni beladiri ini ia mungkin takkan menjadi seperti sekarang," kisah sang ibu, Kerry Frood (31).
"Orang-orang di sekitar kami pun tak percaya betapa mudanya dia, apalagi bentuk tubuhnya yang lebih kecil dari anak-anak seusianya, meski menguasai karate," tambahnya.
Yang tak kalah mengejutkan, prestasi itu diperoleh Jake dalam waktu cukup singkat meskipun bocah yang kini berusia lima tahun itu tengah mengidap gangguan kekakuan sendi akibat penyakit yang diidapnya.
"Ketika Jake pertama kali didiagnosis dengan arthritis (radang sendi) di usia tiga tahun, kedua kakinya begitu lemah. Ia telah mencoba fisioterapi, tapi ternyata itu sulit baginya. Saat itulah ia mulai belajar seni beladiri. Walaupun ia juga kesulitan melakukannya, dokternya menyarankan agar ia terus belatih karena ini bisa membuat kedua kakinya menjadi lebih kuat," tandas Kerry, seperti dilansir Daily Mail, (2/10/2013).
"Jadi dia mencoba bertahan dan lama-lama tumbuh menjadi seorang jawara sejati. Kini kedua kakinya pun jauh lebih kuat dari sebelumnya. Saya kira tak ada anak seusianya yang bisa melakukan apa yang Jake lakukan. Tubuhnya mungkin kecil namun ia begitu tabah, saya bangga padanya," imbuh wanita yang bekerja sebagai seorang perawat itu.
Tak hanya radang sendi, Jake juga mengidap sebuah gangguan kekebalan yang masih diselidiki oleh dokter. Hanya saja menurut ibunya, Jake mudah tertular penyakit yang sedang mewabah di sekitarnya karena imunnya yang amat lemah.
"Tapi karena kecintaannya pada ilmu beladiri, Jake rela berjuang melawan apapun yang menghadangnya," katanya.
Saking parah dan banyaknya penyakit yang diidapnya, Jake harus keluar-masuk rumah sakit untuk operasi. Namun beberapa pekan pasca operasi, ia masih keukeuh untuk berlatih karate.
"Seni beladiri terbukti telah menyelamatkan hidupnya dan membuatnya menjadi orang yang lebih kuat. Tanpa kecintaannya pada karate, ia mungkin takkan punya tekad yang begitu kuat untuk menghadapi segala penyakitnya," timpal Kerry.
Bahkan menurut sang ibu, Jake mengaku ingin membuka sekolah beladirinya sendiri di masa depan. Setelah bergabung dalam National Martial Arts College, Leeds, Jake telah berencana untuk menjadi instruktur karate di ulang tahunnya yang ke-10.
Juvenile arthritis sendiri merupakan peradangan sendi yang terjadi sebelum seorang anak beranjak 16 tahun. Kondisi inilah yang menyebabkan satu atau beberapa sendi penderitanya membengkak, terasa nyeri serta kaku.
Anak-anak yang mengidap arthritis biasanya juga mengalami gangguan pada mata dan giginya, begitu juga dengan tingkat pertumbuhan yang lambat. Obat untuk radang sendi anak di antaranya steroid, obat pereda nyeri tertentu dan obat anti peradangan.
sumber | wowunic.blogspot.com | http://health.detik.com/read/2013/10/02/174526/2375907/763/bocah-ini-gondol-sabuk-hitam-meski-idap-nyeri-sendi-dan-gangguan-imun?991104topnews
