Hutan Amazon adalah hutan hujan terbesar di dunia dengan pohon yang rimbun dan menutupi permukaannya. Lebatnya hutan ini memberikan nuansa yang seram, gelap, dan misterius. Tetapi siap yang menyangka, ternyata sebagian area hutan tersebut merupakan perbuatan manusia.
Dilansir dari Knowledge Nuts, beberapa arkeologi percaya bahwa Amazon bukanlah hutan yang natural tetapi hasil ciptaan dari warga pribumi pada masa lalu. Hal ini didukung oleh bukti bahwa tanah yang terdapat di area Amazon cenderung datar yang membuatnya cocok sebagai area persawahan.
Berbeda dari budaya lain yang menanam jagung atau biji-bijian lain untuk sawah, kebudayaan Amazon lebih suka menanam pohon-pohon yang dapat menghasilkan buah. Cara tanam seperti ini membuat area yang mereka miliki selalu penuh dengan pohon dan dapat bertahan lama untuk bertahun-tahun.
Tidak digunakannya cara bertanam seperti sawah juga tidak lepas dari kandungan mineral yang sangat kurang di tanah Amazon. Selain itu, curah hujan yang tinggi dapat membuat kandungan alami yang dibutuhkan tanaman sawah terbawa oleh air. Sehingga memang cara yang paling cocok bagi mereka untuk memperoleh sumber makanan adalah dengan menanam pohon.
Bukti-bukti penemuan arkeologis lain seperti danau buatan manusia dan struktur bangunan yang menunjukkan kemajuan teknologi yang dimiliki masyarakat Amazon. Selama ini Amazon memang telah dipercaya pernah ditinggali oleh suku dengan peradaban yang sangat tinggi. Bahkan salah satu kota hilang yang paling tersohor yaitu El Dorado, disebut berada di wilayah Amazon. Penemuan ini semakin menjelaskan tingginya peradaban yang dimiliki oleh masyarakat Amazon pada masa lampau.
[RWP]
sumber - republished by Halo Unik !


bruu
ReplyDelete