Hasil pengukuran menunjukkan koefisien gesekan sekitar 0,07. "Ini jauh lebih rendah daripada angka koefisien gesekan pada lantai yang telah dilumasi," Mabuchi mengungkapkan hasil penelitian timnya, seperti dikutip BBC.
Berdasarkan pengamatan juga diketahui bahwa kulit pisang mengurangi gesekan antara sepatu dan lantai hingga seperlima. Angka itu sangat besar dibanding efek serupa yang dihasilkan kulit apel dan jeruk. "Kulit apel dan kulit jeruk tidak begitu berbahaya jika diinjak," kata Mabuchi.
Mabuchi dan timnya tertarik atas bagaimana gesekan dan pelumasan mempengaruhi pergerakan anggota badan manusia. Berdasarkan hasil pengamatan mikroskopis, diketahui bahwa sifat licin kulit pisang ditentukan oleh gel folikel polisakarida. Begitu kulit pisang terinjak, gel berubah menjadi sol homogen yang berfungsi bak zat pelumas.
Yang cukup mengejutkan adalah gel folikel polisakarida rupanya juga ditemukan pada membran pertemuan tulang-tulang tubuh. "Konsep ini akan membantu untuk merancang sendi buatan," Mabuchi mengatakan. Atas temuan yang sekilas tampak sepele namun bermanfaat itu, tim ilmuwan Jepang sukses menyabet Ig Nobel bidang fisika, tahun lalu.
Ig Nobel adalah versi satire penghargaan Nobel yang biasa digelar awal Oktober setiap tahun. Tapi Ig Nobel tidak hanya dimaksudkan untuk mendorong penelitian dan inovasi global, tapi juga menghibur.
Penghargaan yang dihajat oleh majalah sains humor Ann*ls of Improbable Research ini mungkin terlihat konyol. "Tetapi ketika Anda menggali lebih dalam, Anda akan melihat penelitian yang serius," demikian keterangan dalam Reuters.
sumber - republished by Halo Unik !


No comments:
Post a Comment