Bulan Oktober ini di Amsterdam, Belanda dibuka sebuah museum mikroba pertama di dunia. Museum ini dirancang dengan konsep kebun binatang yang interaktif. Hanya saja kalau kebun binatang menampilkan koleksi binatang, maka Micropia menampilkan koleksi bakt*ri dan mikr*ba.
Dilaporkan News24, museum ini terletak di sebelah Artis Ulasan Royal Zoo Amsterdam. Ide pembangunan museum ini sendiri sebenarnya datang dari direktur museum tersebut, Haig Balian. Balian memiliki visi akan sebuah kebun binatang mikro sekitar 12 tahun lalu. Upaya merealisasikan visi Haig itu memakan biaya hingga 10 juta Euro atau 13 juta Dollar AS.
"Kebun binatang tradisional hanya menunjukkan sebagian kecil dari alam, yaitu hewan-hewan yang lebih besar," kata Haig. "Kali ini kami ingin menampilkan alam mikro. Kami ingin menunjukkan kepada pengunjung bagaimana segala sesuatu di alam saling berhubungan dan bagaimana fundamental mikr*ba merupakan bagian dari hubungan itu."
Secara keseluruhan, sebenarnya museum ini lebih menyerupai laboratorium daripada kebun binatang, dilengkapi dengan deretan mikroskop yang terhubung ke layar televisi raksasa. Melalui jendela laboratorium, pengunjung dapat melihat kehidupan nyata di mana berbagai jenis mikr*ba direpr*duksi dalam cawan petri dan tabung reaksi.
Salah satu alat peraga paling menarik adalah pemindai mikr*ba yang akan langsung memberitahu berapa banyak mikr*ba hidup pada tubuh pengunjung berikut letaknya. Ada layar dengan animasi kamera yang pelan-pelan menunjukkan mata manusia dalam jarak dekat. Melalui animasi tersebut pengunjung bisa melihat berbagai bakt*ri yang hidup di bola mata dan bulu mata manusia.
Pengunjung bahkan dapat melihat mikr*ba berepr*duksi di bawah mikroskop 3 Dimensi atau melihat model skala raksasa dari virus ebola yang menghebohkan dunia belakangan ini. Ada pula Kiss-o-Meter, sebuah alat yang memberitahu berapa banyak mikr*ba yang sedang ditransfer saat pasangan sedang berci*man. Pokoknya pengunjung bisa menyaksikan dunia mikr*ba dalam kehidupan sehari-hari dengan cara yang interaktif.
"Kunjungan ke Micropia akan mengubah cara Anda melihat dunia selamanya ," pungkas Balian.




No comments:
Post a Comment