Seorang nenek mengklaim telah menghabiskan 4.000 pounsterling atau sekitar Rp 76 juta untuk mengecat rumahnya. Bukan sembarang cat, nenek tersebut mengecat rumahnya dengan lapisan anti radiasi!
Sang nenek yang bernama Stefanie Russell (72) mengatakan bahwa cat anti radiasi dipasangnya agar tidak ada sinyal nirkabel ataupun gelombang perangkat seluler yang melintasi rumahnya. Ia mengatakan sering merasakan sakit kepala disertai mu*al akibat paparan gelombang dari perangkat telpon genggam dan perangkat elektronik lainnya.
"Aku memang belum didiagnosis mengidap penyakit apapun oleh dokter, tapi dokter keluarga yang merawatku sadar dengan kondisiku. Setiap aku berada dekat telepon genggam atau sinyal Wifi aku merasakannya," tutur Russel.
"Ini membuat diri saya sulit untuk berkeliling melakukan hubungan sosial dengan orang-orang. Saya juga tidak menyentuh internet atau email karena itu tidak aman," ujarnya dikutip dari Telegraph, Kamis (23/10/2014).
Russell mengatakan bahwa dirinya menderita elektro-sensitivitas atau sangat sensitif terhadap sinyal elektromagnetik. Hal ini membuat beberapa benda yang memiliki jaringan listrik ataupun gelombang elektromagnetik akan menginduksi tubuhnya sehingga ia akan merasa sakit kepala disertai dengan mual.
Selain itu ia juga mengaku tidak dapat menggunakan kendaraan umum seperti bus dikarenakan biasanya para pengguna bus memiliki ponsel. Otomatis gelombang sinyal yang berada pada transportasi umum tersebut cukup besar.
Karena itulah ia mengecat dinding rumahnya menggunakan cat anti radiasi, baik untuk di dalam ruangan maupun luar. Dengan ini ia meminimalisir paparan gelombang elektromagnetik sehingga dengan berada dirumah ia merasa terlindungi dan aman. Selain itu nenek ini juga memasang sebuah alat untuk mendeteksi gelombang elektromagnetik sehingga dia akan mengetahui seberapa dekat gelombang tersebut dengan rumahnya.
"Pengecatan baik di dalam dan di luar rumah saya hampir selesai. Dengan ini saya merasa jauh lebih baik dan merasa lebih terlindungi. Lagi pula saya memiliki perangkat yang dapat membantu saya untuk mendeteksi seberapa banyak sinyal nirkabel yang dekat dengan rumahku. Dan aku juga memastikan bahwa aku tidak akan memiliki tamu yang membawa perangkat WiFi untuk masuk kerumahku." ujar Russell.
Di Swedia dan Kanada gangguan elektro-sensitivitas yang dialami seseorang dianggap sebagai gangguan medis. Orang-orang yang mengidap gangguan ini mengaku sering mengalami sakit kepala, sulit berkonsentrasi dan mengeluarkan banyak keringat ketika mereka terpapar dengan perangkat yang mengandung gelombang elektromagnetik.
(mrs/vit)


No comments:
Post a Comment