Amerika Punya Internet 'Pribadi' Berkecepatan Kilat 100 Gbps....??


Jika Anda bertanya-tanya bagaimana badan intelijen Amerika CIA bisa dengan sangat cepat mencari sebuah data lewat internet, mungkin jawabannya ada di 'ESnet'. Apa itu?



Negara maju sekelas Amerika mempunyai akses internet 'bayangan' untuk mendukung operasional laboratorium-laboratorium atau badan-badan milik pemerintahan yang mempunyai kecepatan akses super tinggi. Cukup beralasan, sebab tidak jarang mereka harus mentransfer data hingga ribuan gigabyte dalam sekali kirim. Apabila menggunakan akses internet biasa, tentunya hal itu bisa memakan waktu berhari-hari.

Untungnya, pemerintah Amerika mempunyai akses internet yang hanya bisa diakses oleh mereka sendiri yang disebut Energy Sciences Network atau ESnet. Jaringan internet bayangan ini dibuat untuk badan-badan non-profit milik pemerintah dengan kecepatan maksimal 100 Gbps (gigabit-per-second)!

ESnet milik pemerintah Amerika juga terhubung dengan Eropa, khususnya Swiss. Jaringan internet tersebut dipakai untuk mengirim data penelitian terbesar sepanjang sejarah manusia, Large Hadron Collider milik CERN yang dipakai untuk mengungkap awal mula alam semesta.

Dikutip dari Extreme Tech (20/10), jaringan ESnet kini tengah diperluas ke kota-kota besar lain di Eropa seperti London, Amsterdam, dan Geneva dengan total kapasitas jaringan hingga 340 Gbps. Untuk menghubungkan Amerika dengan Eropa, ESnet memakai kabel serat optik dasar laut yang membentang di sepanjang samudra Atlantik.

November tahun lalu ESnet sempat memecahkan rekor koneksi jaringan panjang tercepat yang pernah ada. Dari kota Denver dan Maryland di Amerika yang berjarak 2.700 kilometer, ESnet sanggup mengirim data dengan kecepatan 11 Gbps. Itu seperti mengunduh 11 film berkualitas HD dalam satu detik saja.

Namun era ESnet sepertinya tidak akan bertahan lama, sebab Eropa tengah membuat jaringan internet super cepat lain dengan kecepatan akses antara 400-1.000 Gbps yang diperkirakan siap dipakai di tahun 2017 nanti.

[bbo]






No comments:

Post a Comment



Back to Top

Artikel Terkait Lainnya

Back to Top