ernahkah Anda benar-benar memperhatikan perilaku anak anda? Mendengar apa yang dibicarakan oleh anak-anak tentang film-film yang mereka tonton bersama kawan-kawannya? Kini sangat mungkin anak-anak membicarakan tentang pembunuhan massal, kekerasan, dan kejahatan yang dilatarbelakangi cerita-cerita mistis. Mereka mendapatkannya dari film-film semacam Matrix, atau film-film action hollywood lainnya yang sarat dengan sadistis.

Televisi Mengontrol Perilaku Masyarakat
Beberapa film lainnya yang baru-baru ini sedang tren di kalangan remaja, termasuk di Indonesia seperti film The Twilight Saga yang menggambarkan kisah percintaan antara manusia dan vampir adalah salah satu contoh film yang telah terinfiltrasi dengan program-program pengontrol pikiran dari programer Illuminati. Termasuk film yang baru-baru ini diputar di bioskop. The Divergent, sebuah film drama action yang mengisahkan keadaan dunia setelah perang dan kehidupan manusia yang terbagi dalam beberapa faksi. Kedua film di atas terindikasi sebagai film-film propaganda Illuminati.

Mata Satu Simbol Illuminati

Simbol-Simbol Illuminati di Tato Tokoh Pria Divergent
Svali, seorang mantan programmer dalam organisasi Illuminati mengatakan bahwa saat ini telah banyak program tayangan televisi atau film populer yang menggambarkan penyihir remaja putri menjadi pahlawan wanita. Demikian juga perubahan bentuk vampir dan setan (seperti yang terdapat pada film The Twilight Saga). Svali mengatakan bahwa semua itu termasuk program infiltrasi tayangan televisi dan film oleh para programmer Illuminati.
Kembali pada tayangan televisi yang ditonton oleh anak-anak. Svali memperkirakan sebanyak 90 persen tayangan kartun di televisi telah terinfiltrasi tema-tema mistis yang bertujuan untuk mengindoktrinasi anak-anak secara halus, yang sengaja dibuat oleh para programmer Illuminati. Ketika ditanya program mana saja yang telah terinfiltrasi? Svali justru mengoreksi pertanyaan itu menjadi, program mana yang tidak mempromosikan agenda-agenda kontrol pikiran Illuminati?
Kartun sabtu pagi yang ditampilkan di televisi memperlihatkan kombinasi bentuk hewan dengan manusia (ini fenomena mistis), yang memuat dan mengagungkan konsep, “Bumi, Air, dan Api” (elemen-elemen sihir). Juga pesan-pesan tersembunyi dalam permainan video game atau sekarang ada di ponsel pintar, yang dengan terang-terangan memperlihatkan teknik-teknik manipulasi pikiran seperti Tomb Raider, Metal Gear Solid, atau permainan lain yang memperlihatkan penyiksaan manusia.
Sasarannya adalah supaya anak-anak menerima pesan-pesan tentang ide mistis mengenai kebinatangan, roh, juga tentang kekerasan.Bahkan pada tayangan kartun Pokemon yang lucu, ide Illuminati tentang mengontrol anak-anak terwakili dengan perubahan makhluk lucu menjadi petarung satanik setelah trainer membantunya berubah. Ya itu adalah ide tentang kontrol pikiran yang sasarannya adalah anak-anak.

Pengaruh Film Kartun
Svali mengaku terlalu banyak mendengarkan diskusi dalam pertemuan pimpinan Illuminati dengan behavioris dalam kelompok tersebut tentang bagaimana program televisi digunakan untuk mempengaruhi massa secara halus tanpa dicurigai. Menyusupkan pengaruh-pengaruh negatif agar para penontonnya mulai cenderung pada perilaku-perilaku negatif. Kita tentu akan memilih menghindari pengaruh ini, juga menghindarkan pengaruh tersebut terhadap anak-anaknya.
Ia juga menambahkan, agar Anda melihat apa yang ditampilkan di televisi pada era 1940-an atau 1950-an, lalu kenyataan tentang apa yang dianggap baik hari ini, dan perhatikan keruntuhan moral masyarakat secara perlahan. Lalu bagaimana cara menghindari pengaruh-pengaruh kontrol pikiran dari para programer Illuminati itu? Tentu jawabannya adalah matikan saja.

Buku Dulu, Baru Televisi
Ketika input berhenti, maka akan mengurangi pengaruh yang konstan. Sebab, sudah berapa banyak orang yang hampir ketagihan terhadap televisi? Metode terbaik untuk memperbaiki kerusakan pikiran adalah dengan mengganti pesan negatif atau palsu yang telah diserap dengan kebenaran. Membaca lebih banyak dan membiasakan agar anak-anak menjadi sosok yang kritis adalah salah satu cara yang efektif.
Pada artikel selanjutnya kami akan membahas bagaimana televisi juga menjadi sebuah alat pembangkit roh jahat.
Dampak Terhadap Anak

Televisi Mencuci Otak Anak Anda
Stimulasi sinar dan suara televisi yang berlebihan saat masih usia dini akan menyebabkan masalah pada otak seorang anak. Perkembangan otak dimulai sejak lahir. Hingga memasuki usia dua tahun, otak bayi berkembang 3 kali lipat dibandingkan dengan ukuran semula. Otak sebagai sarana berpikir manusia telah berevolusi dalam memproses segala sesuatu yang sedang terjadi pada jamannya. Kecepatan otak memproses segala sesuatu yang terjadi di sekitarnya bergantung adaptasi otak terhadap lingkungannya yang terbentuk sejak dini.

Terpapar Televisi
Tayangan televisi seringkali bergerak pada kecepatan yang tidak nyata. Umumnya, tayangan-tayangan—bahkan film kartun—di televisi bergerak dengan sangat cepat (rapid screen image). Belum lagi kini setiap tayangan televisi selalu diselingi jeda tayangan komersial berdurasi singkat dengan kecepatan yang luar biasa. Ketika otak bayi berusaha mengikuti cepatnya “rangkuman dunia” melalui tayangan televisi, di kemudian hari otak tersebut akan merasa kesulitan ketika mencoba mengikuti kecepatan stimulasi yang terjadi di dunia nyata yang seolah lebih lambat.
Semakin dini bayi terbiasa menonton televisi, maka sesuai dengan konklusi Dr Christakis, akan memungkinkan dampak yang lebih parah. Padahal, pada 30 tahun terakhir usia seorang anak yang terbiasa menonton tayangan televisi terus berkurang. Kini, umumnya bayi mulai dibiasakan dengan tayangan televisi sejak usia 4 bulan. Hal ini membahayakan, terutama karena dampaknya yang memungkinkan terjadinya degradasi mental manusia yang lebih parah.

Inikah Cara Mendidik Anak?
Lingkungan yang baik bagi perkembangan bayi atau balita adalah lingkungan yang mengandung interaksi secara langsung dengan manusia. Bayi mengenali suara dari kedua ayah ibunya, lalu ketika usianya lebih dari dua tahun, ia akan mulai mengenali wajah, karakter, dan perilaku orang-orang di sekitarnya. Aktivitas bayi sebaiknya dikondisikan agar lebih berstruktur serta melibatkan interaksi fisik, misalnya bermain balok, membaca, juga bernyanyi.
Masih ingatkah anda bahwa bayi tikus percobaan dikatakan “terpapar oleh suara dan sinar tayangan kartun di televisi” bukan “terpapar suara dan gambar tayangan televisi”? Ya, sebab pada usia sejak lahir hingga bayi berusia dua tahun, gambar visual di televisi tidak dapat dikenali oleh bayi. Dr Christakis menyebutkan, bayi tidak memproses isi cerita atau pesan tayangan televisi. Pada usia tersebut bayi hanya menangkap sinar dan suara yang berubah-ubah.

Kotak Idiot
Kini kita sampai pada pertanyaan yang sedikit menakutkan, apabila sinar dan suaranya saja dapat sangat berpengaruh pada perkembangan otak anak, bagaimana dampaknya bagi anak-anak yang telah terbiasa menontonnya karena dorongan keinginan dan tidak hanya menontonnya dalam waktu enam jam? Barangkali 10 atau 20 tahun ke depan, saya tidak akan menemukan lagi balita yang melambaikan tangan ke arah kereta api karena kebiasaan yang diajarkan oleh kedua orangtuanya, tapi justru balita yang meloncat ke arah kereta api karena terlalu banyak melihat film action pada usia dini.
sumber | digali.blogspot.com

No comments:
Post a Comment