Merawat pasiennya dengan tulus dan penuh kasih sayang, Hadassah Peri, seorang perawat di Inggris akhirnya mendapatkan bayaran yang sepadan dengan jasa-jasanya selama lebih dari 20 tahun. Dalam kurun waktu tersebut, Peri menghabiskan hari-harinya merawat Huguette Clark, salah satu wanita terkaya di Inggris.
Mengutip laman Mirror.co.uk, Rabu (9/7/2014), saat pertama ditugaskan merawat Hugguette, Peri tak tahu bahwa wanita tersebut merupakan seorang miliarder. Huguette masuk ke rumah sakit karena menderita kanker pada Maret 1991.
Dia menolak pulang ke rumah dan memilih tinggal di rumah sakit. Sejak saat itu, setiap 12 jam sehari, keduanya menghabiskan waktu bersama.
Setiap hari keduanya bercanda, jalan-jalan santai, menonton acara televisi hingga bermain kartu bersama. Semakin hari keduanya semakin tidak terpisahkan.
20 tahun kemudian, Huguette meninggalkan warisan yang sangat besar yang membuat Peri tercengang. Dengan hadiah sebesar 27 juta pound sterling atau 541,2 miliar (kurs: Rp 20.045/pound sterling), Peri mungkin perawat terkaya yang pernah ada.
Peri mengenal Huguette sebagai wanita yang unik. Wanita kaya raya yang menjauhkan diri dari ketenaran dan pesta pora. Bagaimana tidak, Huguette menghabiskan puluhan tahun hidupnya bersembunyi di balik kamar rumah sakit swasta di New York.
Sebagian besar kerabatnya yang masih hidup bahkan tidak pernah bertemu dengannya dalam 20 tahun terakhir. Pengacaranya selama 25 tahun berbicara melalui pintu tertutup dengannya.
Uniknya, dia sangat menghargai persahabatannya dengan Peri. Selama persembunyiannya di balik kamar rumah sakit, dia sempat membeli tujuh rumah dan mobil untuk Peri yang terlalu takut mengemudi. (Sis/Ndw)
(Nurseffi Dwi Wahyuni)

