7. Euripides (480-406 SM)
Euripides adalah penulis cerita sedih lain dari Yunani. Dia menulis
sekitar 95 drama, 18 masih bertahan sepenuhnya dan banyak lagi tersisa
hanya sebagai fragmen-fragmen. Karya yang paling dikenal adalah
Alcestis, Medea dan The Bacchus.
Karyanya sangat modern pada masanya, dimana para pemain menggambarkan
karakter yang sangat realistis dan termasuk pemeran wanita yang kuat dan
seorang budak yang bijaksana (sesuatu yang sangat tidak konvensional
pada saat itu). Euripides adalah penulis lakon sedih Yunani yang
memiliki pengaruh terbesar pada lakon tragedi Eropa.
6. Hippocrates (460-370 SM)
Hippocrates adalah seorang dokter dan bapak kedokteran. Corpus
Hippocrates merupakan kumpulan 70 karya pada topik medis yang berbeda.
Sebagian besar karya itu merupakan hasil dari studi kasus. Karyanya yang
paling terkenal adalah Sumpah Hippocrates yang berisi etika kedokteran.
Turunan dari sumpah ini masih dipakai oleh para dokter saat ini.
Hippocrates juga telah membuat kontribusi langsung dalam dunia
pengobatan karena ia adalah orang pertama yang menjelaskan sejumlah
penyakit. Apakah Hippocrates adalah penulis sebenarnya Corpus
Hippocrates masih diperdebatkan, dan tampaknya sebagian besar para ahli
setuju bahwa setidaknya sebagian dari buku itu ditulis juga oleh murid
dan pengikutnya.
5. Aristophanes (446-386 SM)
Aristophanes adalah seorang penulis drama yang menulis komedi. Dia
menulis 40 drama, 11 masih bertahan dalam bentuk manuskrip lengkap dan
beberapa yang lain selamat dalam beberapa fragmen.
Pena Aristophanes ditakuti karena ia mengejek orang Athena yang
terkenal. Karya-karyanya tidak hanya memiliki pengaruh artistik pada
seni teater selanjutnya, tetapi juga merupakan dokumen sejarah tentang
kehidupan di Athena.
4. Plato (424-348 SM)
Plato adalah murid Socrates. Apabila Socrates tidak pernah menulis
sendiri karya apapun, filsafatnya dikenal melalui karya-karya Plato.
Plato sangat dipengaruhi oleh pemikiran Socrates. 35 dialog dan 13 surat
dianggap merupakan karya Plato, yang paling terkenal adalah "Republik"
dan "Simposium".
Plato dianggap sebagai salah satu bapak filsafat dunia Barat, dan Teori
Bentuk dan gagasan negara idealnya, yang keduanya diwujudkan dalam
"Republik" dan masih dibahas hingga hari ini.
3. Aristotle (384-322 SM)
Aristoteles adalah murid Plato dan sekaligus orang pertama yang
mengkritiknya. 47 dari karya-karyanya telah bertahan. Aristoteles adalah
yang terakhir dari para filsuf Yunani besar (2 lainnya adalah Socrates
dan Plato) dan dianggap juga sebagai ahli biologi pertama.
Ia mendirikan logika sebagai ilmu, meletakkan dasar-dasar metode ilmiah
dan menulis beberapa ilmu pengetahuan lainnya. Aristoteles juga
merupakan guru Alexander Agung selama beberapa waktu. Aristoteles
memiliki pengaruh besar pada diri St. Thomas Aquinas, dan akibatnya
tetap memiliki pengaruh besar dalam pendidikan Katolik dan teologi saat
ini.
2. Euclid (sekitar 300 SM)
Euclid adalah seorang ahli matematika dan bapak geometri. Sangat sedikit
yang diketahui tentang hidupnya, tetapi ia aktif di Perpustakaan
Alexandria.
Karya utamanya adalah "The Elements" yang masih digunakan sebagai buku
teks dalam matematika dan hanya dapat diungguli dengan Alkitab dalam hal
eksemplar terjual. Buku ini mencakup sistem bukti matematika yang tetap
menjadi dasar dari matematika saat ini.
1. Archimedes (287-212 SM)
Archimedes adalah seorang matematikawan, insinyur, penemu, ahli fisika
dan astronom. Ia dikenal untuk penemuannya "The Archimedes Screw", yakni
sebuah mekanisme untuk memindahkan air yang masih diterapkan sampai
sekarang. Dia juga menghitung nilai pi dengan sangat tepat.
Archimedes menemukan cara menentukan volume benda yang tidak teratur
dengan merendam dalam air. Menurut legenda, penemuan ini membuatnya
kegirangan hingga berlari telanjang di jalan (ia begitu gembira bahwa ia
lupa untuk berpakaian setelah mandi) dan berseru, "Eureka!, Aku telah
menemukannya.
sumber | digali.blogspot.com







