Narkotika dan obat-obatan terlarang nampaknya sudah menjadi konsumsi yang biasa bagi muda-mudi di dunia. Terbukti, angka pengguna narkoba yang berhasil dicatat, di Indonesia melonjak tajam. Ada beberapa jenis narkoba yang menjadi konsumsi paling tinggi di sekitar kita. Berikut ini daftar macam dan efek samping yang ditimbulkan oleh masing-masing barang. Seperti apa? Simak halaman berikut ini.
1. Ekstasi - Inex
Inex,
ekstasi, dan blackheart adalah narkotika berbentuk pil atau kapsul.
Cara pemakaiannya seperti meminum obat, bisa dikulum, atau ditelan
dengan air mineral. Namun, harganya yang sangat mahal membuatnya hanya
dipakai kelas menengah ke atas.
Efek
setelah memakai narkoba jenis ini adalah rasa gembira yang berlebihan.
Ingin terus tertawa, bahkan untuk hal-hal yang tidak lucu. Ciri mereka
yang memakainya, mata sayu, muka pucat, banyak berkeringat, tidak bisa
diam, dan tidak bisa tidur.
Mereka
yang mengonsumsinya akan merasa gelisah dan tidak bergairah, tidak
energik sehingga ingin memakainya lagi. Jika dipakai secara intens,
obat-obatan ini juga merusak organ tubuh, otak, dan syaraf.
2. Heroin & Opium
Nama
heroin diambil dari bahasa Jerman, hero. Tahun 70-an narkotika jenis
ini menyerbu generasi muda dalam bentuk morfin. Heroin sendiri
dihasilkan dari getah buah candu atau opium. Harganya sangat mahal,
sehingga jarang dipakai kalangan remaja.
Orang
yang mengonsumsi heroin bakal merasakan depresi berat, lelah yang
berlebihan, banyak tidur, gugup dan gelisah, serta perasaan curiga.
Denyut jantung pun lebih cepat, serta rasa gembira dan percaya diri jadi
berlebihan.
Efek
samping dari penggunaan ini adalah kejang-kejang, pupil mata melebar,
tekanan darah meningkat, berkeringat dingin, mual dan muntah. Mereka
yang memakainya biasanya cepat tersinggung dan mengalami gangguan
kejiwaan.
Kandungan
aktif dalam heroin adalah Heroin Hydrichloride 20%, Monoacetyl Morphine
35%, The baine 15%, Papaverine 10%, dan Noscapine 5%.
3. Sabu-Sabu
Indonesia
diserbu obat-obatan berbahan dasar amphetamine seperti ekstasi dan sabu
pada era 90an. Dalam dunia kedokteran, amphetamine dipakai sebagai obat
perangsang. Salah satunya adalah untuk mengatasi depresi ringan.
Khalayak
pengguna narkoba, memakai ekstasi yang berbahan dasar MDMA
(Methylenedioxymethamphetamine) dan shabu ini untuk mendapatkan rasa
gembira dan semangat yang berlebihan. Pengguna narkoba jenis ini
biasanya tidak mengenal lelah.
Bubuk
shabu yang berbentuk kristal ini sangat mudah didapat dan dipakainya.
Pengguna narkotika jenis ini tidak pernah merasa kesakitan jika sedang
sakau. Namun bubuk kristal ini sangat jahat karena langsung merusak
otak.
Sangat
mengerikan, karena yang diserang adalah otak yang mengendalikan
pernafasan. Pecandu akan mengeluh sesak nafas, dan jika tetap
mengonsumsi shabu, lama kelamaan mereka akan meninggal begitu saja
karena kehabisan nafas.
4. Putau
Putau
adalah sejenis heroin yang menyerbu generasi muda pada tahun 70an,
dalam bentuk morfin. Heroin dihasilkan dari getah buah candu. Banyak
remaja yang terperangkap sebagai pecandu hanya karena harganya yang
relatif murah.
Cara
pemakaiannya yang dihisap dengan hidung, membuat hidung berdarah dan
beringus terus. Para pengguna narkotika jenis ini pun punya cara lain
yaitu dengan disuntikkan. Cara ini sangat berbahaya. Bisa terjadi
keracunan saat darah dikeluarkan dan dikocok-kocok dalam jarum suntik
untuk dicampur dengan putau. Ngerinya lagi, bisa saja saluran darah
kemasukan udara, akhirnya menyumbat jantung, dan membuatnya berhenti
berdetak.
Putau
sangat jahat karena menjadikan penggunanya kecanduan parah. Kebutuhan
para pecandu selalu meningkat dua kali lipat. Jika semula memakai pada
satu titik, maka lama kelamaan menjadi dua, empat, 16, dan seterusnya,
hingga jumlah yang sangat tinggi.
Pengguna
putau mengalami kegelisahan, keringat dingin, menggigil, tulang seperti
mau patah, ngilu, mual-mual, mata dan hidung berair. Bila udara dingin
sedikit dia akan merasa sangat kedinginan. Tekanan darah naik, jantung
berdebar, dan demam.
5. Ganja
Merupakan
bunga dan daun pohon ganja kering yang sudah dirajang. Penggunaannya
biasanya dilinting seperti rokok dan dihisap, atau juga dimakan. Karena
mudah didapat dan dipakai, ganja banyak dikonsumsi masyarakat, dari
remaja sampai rakyat biasa.
Efek
dari pemakaian narkotika jenis ini adalah kantung mata membengkak dan
merah, bengong, pendengaran berkurang, susah konsentrasi, perasan
menjadi gembira, selalu tertawa tanpa sebab, pandangan kabur, ingin
tidur terus, dan nafsu makan meningkat.
Penggunaan
ganja yang berlebihan mengakibatkan perasaan tidak tenang, tidak
bergairah, sensitif. Jantung berdebar, halusinasi dan delusi. Bagi
mereka, waktu terasa berjalan sangat lambat. Mereka juga jadi cuek
terhadap diri dan lingkungannya.
sumber | digali.blogspot.com





