Mobil-Mobil Listrik Buatan Anak Bangsa yang Super Keren




, pada kali ini ane akan membahas mobil-mobil listrik buatan anak bangsa. Walaupun masih dalam pengembangan alias prototype, tapi kita harus bangga gan. Mobil-mobil listrik yang dihasilkan ini tidak selalu dalam jenis yang sama, ada yang berbentuk sport, city car, sampai mini bus. Ane harap bisa diproduksi massal dengan harga yang terjangkau.Salah satu pihak yang mendorong adanya mobil listrik nasional adalah menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan. Kita harap mobil ini bisa menekan angka polusi udara di bangsa ini, terutama di Jakarta. Ini dia mobil-mobil listrik buatan anak bangsa. Cekidot!

 
Penampakan1. Evina (Electric Vehicle Indonesia)

Spoiler for Evina:
Spoiler for pic:
Spoiler for pic1:

Spoiler for pic2:

Spoiler for pic3:
Electric Vihicle Indonesia (Evina), mobil listrik yang dikembangkan PLN bersama PT Sarimas Ahmadi Pratama, ini dibanderol dengan harga sekitar Rp 135 juta-200 juta per unit on the road. Tersedia tiga pilihan mobil, dari tipe Standard (S), Grand (G), dan Deluxe (L). Mobil mungil ini mampu menempuh kecepatan maksimum hingga 120 km/jam.

Mobil jenis city car dan berpenumpang empat orang tersebut memiliki spesifikasi baterai lithium ion 36 buah dengan kapasitas baterai 21 kWh. Mampu berjalan sejauh 130 km untuk sekali charge. Mobil listrik ini juga bisa di-charge di rumah dengan tegangan 220 V dengan masa charge sekitar 4-5 jam.

2. Tucuxi
Spoiler for tucuxi:
Spoiler for pic:
Spoiler for pic1:

Spoiler for pic2:
Selalu ada sosok atau figur baru dalam proses pengembangan dan pembuatan mobil listrik. Mobil listrik pertama dikembangkan oleh Dasep Ahmadi. Lalu muncul nama Danet Suryatama yang mengembangkan mobil listrik Tucuxi.

Namun kemesraan Dahlan dan Danet harus berakhir seiring kecelakaan mobil listrik Tucuxi yang dikendarai Dahlan.

Kini muncul nama baru di balik proyek terbaru pengembangan mobil listrik. Mobil listrik yang nantinya akan dinamai Selo ini dikembangkan oleh Riki Elson.Berikut Spesifikasi dan Harga Mobil Listrik Tucuxi :
Panjang : 4.426,9 mm
Lebar : 1.995 mm
Tinggi : 1.200 mm
Berat : 1.112,1 kg
Baterai : Lithium Iron Phosphate (LIFEPO4) atau Nano Lithium
Jelajah : 321-482 kilometer sekali isi baterai penuh
Tenaga : 200 KW (268 tenaga kuda)
Jarak sumbu roda : 3.110 mm
Jarak bebas ke tanah : 150,9 mm
Waktu pengisian : 4 jam
Kapasitas : 2 (plus 2 jika diperlukan), total 4 penumpang
Kecepatan maksimum : 193 km per jam
Bodi : Komposit aramid dan serat karbon
Perancang : Danet Suryatama
Harga : Rp 1,5 miliar .
Tapi 1 yang ane sayangkan gan, mobil ini belum di produksi lagi pasca kecelakaan

3. Selo
Spoiler for Selo:
Spoiler for pic:
Spoiler for pic1:

Spoiler for pic2:

Spoiler for pic3:
Dua bulan berselang setelah insiden tersebut, Dahlan menugaskan Ricky yang merupakan salah satu 'Putra Petir' untuk mengembangkan mobil listrik sport bernama Selo.

Untuk desain, Dahlan menyerahkan semuanya rancangan mobil kepada Ricky. Untuk harga, mantan bos PLN ini menuturkan harga mobil Selo lebih murah daripada Tucuxi. Selo sendiri, diambil dari nama dari bahasa Jawa yang memiliki arti batu.

Sepintas, kendaraan listrik ini mirip dengan mobil super asal Eropa, namun terciptanya mobil berbalur warna kuning ini cuma lewat tangan anak bangsa di rumah modifikasi Kupu-kupu Malam Yogyakarta.

Mobil listrik kebanggan masyarakat Indonesia ini menggunakan baterai 360 Volt, 140 ampere buatan Nippres. Motor listriknya berdaya 150 kW setara tenaga 190 Hp yang masih didatangkan dari Amerika lewat produk EV drive.

Jika terisi penuh bisa berjalan sejauh 200 km. Pengisian dari kosong membutuhkan waktu 4 jam dengan quick charger yang menggunakan listrik 3 phase. Kalau menggunakan charger kecil yang hanya 1 phase butuh waktu 8 jam dari kosong hingga terisi penuh.

Total pembuatan mobil listrik Selo ini membutuhkan waktu 8 bulan, 2 bulan sketsa dan 6 bulan produksi. Dana yang dikucurkan senilai Rp 1,5 miliar yang terbagi Rp 400 juta untuk baterai, Rp 300 untuk motor listrik dan sisanya untuk bodi dan kaki-kaki.

4. Gendhis
Spoiler for Gendhis:
Spoiler for pic:
Gendhis adalah mobil listrik yang berbentuk seperti Alphard. Namun lagi-lagi tampangnya jauh meleset dari rancangannya. Gendhis ini justru sangat mirip Alphard yang dimodifikasi. Foglamp-nya kemungkinan besar 'nyomot' dari Hyundai Grand Avega.Spesifikasi Gendhis masih belum jelas, namun yang pasti mobil ini dapat menampung 7 penumpang dan memiliki sliding door. Cat Gendhis cukup unik, yatu seperti cat bunglon campuran hitam dan hijau.

5. Kujang 193
Spoiler for kujang:
Spoiler for pic:
Kujang 193 adalah besutan Tim Si Jalak Harupat dari Universitas Pasundan. Mobil ini berkecepatan 60 km/jam dengan berat 220 kg. Kujang 193 dibuat dengan mesin asal China. Mobil tersebut dirancang menggunakan mesin Panasonic 120 volt 42 Ah.

6. Minibus
Spoiler for minibus:
Spoiler for minibus:
Bus listrik buatan LIPI memiliki wujud mirip mikro bus Isuzu Elf atau Mitsubishi Colt Diesel. Perlu baterai lithium 100 cell untuk menghasilkan daya listrik 320 volt DC agar kendaraan ini bisa bergerak 90 kilometer per jam. Menurut Hafid, daya ini lebih besar ketimbang versi purwarupa tahun 2011 yang memakan listrik 140 Volt DC. Mobil listrik ini menggunakan baterali lithium 100 cell. Harga bus listrik yang dikembangkan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia ternyata bisa mencapai tiga kali lipat diatas mobil biasa. Menurut Ketua Tim Peneliti LIPI Abdul Hafid, harga satu bus berkapasitas 15 penumpang ini mencapai Rp 1,5 miliar.

7. Bus
Spoiler for bus:
Spoiler for pic:
Bus listrik Dasep dikembangkan PT Sarimas Ahmadi Pratama di Depok, Jawa Barat. Bus ini mampu mengangkut 18 orang termasuk pengemudi. Bus listrik yang dibiayai oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) ini juga dilengkapi fasilitas 2 pintu otomatis untuk ke luar masuk penumpang.

Di dalam kabin penumpang, kursi dibuat dalam kondisi berhadap-hadapan. Penumpang pun dimanjakan dengan fasilitas pendingin udara dan audio. Bus listrik ini pun tidak mengeluarkan suara yang bising saat melaju seperti bus berbahan bakar minyak (BBM).

8. EVO (Electric Vehicle Odyssey)
Spoiler for evo:
Spoiler for pic:
EVO (Electric Vehicle Odyssey) merupakan mobil listrik generasi keempat besutan Tim Mobil Power Listrik, Universitas Negeri Yogyakarta. EVO memiliki dimensi lebar 125 cm, panjang 180 cm, tinggi 100 cm, dan berat 150 kilogram. Kecepatan maksimum 60 km/jam dengan jarak tempuh 45 km untuk sekali charge.

9. Ezzy 1 & 2
Spoiler for ezzy:
Spoiler for pic:

Spoiler for ezzy:
[SPOILER=pic][CENTER][SPOILER=pic1]

Spoiler for pic2:

Spoiler for pic3:
Mobil kebanggaan yang diberi nama Ezzy ITS 1 dan Ezzy ITS 2 itu berawal, saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta Rektor ITS, Triyogi Yuwono, melakukan penelitian dan membuat prototipe mobil listrik. Sang rektor pun menugasi Muhammad Nur Yuniarto bersama timnya untuk melakukan penelitian tersebut. “Mungkin karena saya sudah pernah membuat beberapa mobil listrik dan teknologi lain (mobil Sapuangin), jadi alasan rektor menugasi saya bersama tim.Tak ayal, proyek ini langsung digenjot Nur bersama 60 mahasiswa ITS di Laboratorium Industri Sistem Otomatis ITS. Sekitar empat tahun proses berjalan, Nur bersama tim berhasil menghasilkan dua prototipe mobil listrik yakni Ezzy ITS 1 dan Ezzy ITS 2.kedua mobil listrik tersebut memiliki spesifikasi berbeda, khususnya soal komponen dapur pacu. “Ezzy ITS 1 mengadopsi jenis engine supercar DOHC 24v Type 6 Cylinder. Mesinnya memakai pabrikan YASA 750 Brushless DC Motor dengan daya 50Kwh dengan kecepatan 150km/jam. Sedangkan Ezzy ITS 2 mengusung mesin jenis permanent magnet brushless DC dengan daya 30Kwh dan kecepatan 130km/jam. Konsumsi energi dua Molina ini 5,3 kilometer per Kwh."untuk mobil listrik Ezzy ITS 1 memerlukan waktu satu hingga 1,5 jam sekali pengisian listrik.Saat ini mobil listrik nasional Ezzy 1 dan Ezzy 2 bersama mobil tenaga surya dan Lowo Ireng tengah tes jalan menuju Surabaya. Kendaraan tersebut dilepas Mendikbud M Nuh dari kantornya menuju kota Pahlawan dengan menempuh jarak 800 km.


10. Hevina
Spoiler for hevina:
Spoiler for pic:
Spoiler for hevina:
Mobil listrik yang akan digunakan oleh Menristek sebagai kendaraan harian dinas, motor listrik yang digunakan untuk menggerakkan mobil ternyata dibuat oleh para ahli Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Bandung.
Dijelaskan, sedan berkelir putih menggunakan sistem gerak roda depan. Berarti, motor listrik berada di bawah tutup moncong depan mobil. Untuk menggerakan motor, digunakan 20 sel baterai lithium-ion, bila terisi penuh bisa untuk menempuh jarak 120 km. Sedangkan untuk mengisi baterai - secara cepat - butuh waktu 4 jam. Teknologi lainnya adalah regeneratif energi rem.
Girboks
Sedan yang dinamai Hevina ini, motor listriknya tidak langsung memutar as roda depan, tetap harus melalui girboks. Menurut Abdul Hapid, Koordinator Penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, transmisi manual 5 percepatan diambil dari mobil yang dipasarkan di Indonesia. Karena untuk riset, mobil tersebut hanya dibuat satu unit saja.
Desain
Desain sedan ini juga juga dikerjakan oleh LIPI Bandung namun proses pengerjaan diserahkan ke Bengkel Signal Kustom, Bandung.
Untuk interior, diserahkan ke Vertue Corporation - spesialis di bidangnya - dan ternyata mampu menghadirkan kesan mewah dengan melapisi seluruh permukaan dengan kulit. Bahkan jok menggunakan Wollsdorf, Original Equipment Manufacturer (OEM) dari Lamborghini. Sedangkan untuk hiburan diserahkan ke Pioneer, anatara lain pemasangan speaker, head unit yang dapat memainkan DVD, MP3 dan koneksi USB. Untuk lampu, mengandalkan produk Autovision.

Komponen lain, rem, suspensi, kaca, power window dan central lock, dibeli dari merek yang dijual secara bebas!


11. SKEV-1
Spoiler for skev-1:
Spoiler for pic:
Spoiler for hevina:
Pameran yang digelar bersamaan dengan Hari Teknologi Nasional pada 10 Agustus di Puspitek Serpong ini, salah satunya menampilkan mobil sport listrik merk SKEV-1 (Signal Kustom Electric Vehicle 1) terbaru yang dibuat oleh anak bangsa.
Kendaraan sport terbaru kita ini dibuat atas kerjasama antara coachbuilder Signal Kustom, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan didukung oleh Auto Vision serta Alpine yang masing-masing memasok lampu dan perangkat Audio multimedia.
Kehadiran SKEV-1 merupakan perwakilan salah satu karya teknologi bangsa Indonesia di mana karya ini bisa disejajarkan dengan teknologi buatan bangsa lain.
Produk ini diharapkan bisa memacu inovasi dan kreatifitas anak bangsa lainnya untuk menjadi pionir teknologi.
Mobil Sport yang trinspirasi dari bentuk mobil Formula 1 dan mobil balap ketahanan 24 Jam LeMans ini memiliki sistem penggerak listrik yang pembuatannya digarap oleh tim dari LIPI.
Abdul Hapid mengatakan bahwa SKEV-1 dibekali dengan baterai lithium-ion generasi terbaru dengan kepadatan energi (energy density) yang tinggi. Baterai bertegangan 96 Volt berkapasitas 200 Ah ini hanya butuh 4 jam pengisian agar kembali penuh dari kondisi 30%.
Bahkan jika menggunakan sistem pengisian cepat (rapid charger), kendaraan berbobot sekitar 700-800 kg ini hanya butuh 15 hingga 20 menit hingga baterainya penuh terisi.
Dengan motor listrik AC berkekuatan 60 hp, SKEV-1 diperkirakan mampu menempuh jarak 140-150 km sekali isi, namun belum pernah dicoba berapa kecepatan puncaknya. Menurut perkiraan Hapid, SKEV-1 bisa dipacu lebih dari 140 km/jam.


http://www.kaskus.co.id/thread/536b902da1cb17dd578b4674/mobil-listrik-buatan-anak-bangsa/| digali.blogspot.com




Back to Top

Artikel Terkait Lainnya

Back to Top