Fungsi anggota tubuh hewan bermacam macam, contohnya seperti Belalai gajah yang berfungsi untuk mengambil makanan.
akan tetapi, hewan hewan dibawah ini sangatlah unik. Anggota tubuh mereka mempunyai fungsi ganda.
Quote:Serangga dengan penis bernyanyi
Quote:
Serangga yang disebut
water boatman dan miliki ukuran sangat kecil, membuat suara tertentu
dengan menggesekkan penis dengan perut. Inovasi musikal yang mirip
dengan cara jangkrik menggesekkan sayap secara bersamaan. Penis dari
water boatman tidak hanya bisa bernyanyi, tapi juga hasilkan suara
nyaring hingga mencapai 105 desibel.
Quote:Gajah mendengar lewat kaki
Quote:
Frase "ear on the
ground" disampaikan untuk menunjukkan arti tetap waspada. Untuk gajah,
kewaspadaan dilakukan tiap saat menggunakan kaki. Peneliti dari Stanford
University, Caitlin O’Connell-Rodwell, menyatakan pada tahun 1992 bahwa
gajah berkomunikasi lewat getaran seismik. Dan, penelitian selama
tahunan, menyatakan bahwa teori tersebut benar.
Gajah mengirim peringatan pada gajah lain dengan menjejak ke tanah atau membunyikan terompetnya (lewat belalai). Penerima sinyal ini merespon dengan mengosongkan area yang diperingati lebih awal.
Belalai dan kaki gajah sangatlah peka. Cara mereka menakuti predator bertransmisi lewat tanah dengan frekuensi 20 Hertz (di bawah titik batas pendengaran manusia). Hebatnya, getaran ini bisa mencapai jarak hingga 32 kilometer.
Quote:Gurita mengecap dengan tentakel
Quote:
Gurita disebut
sebagai cephalopoda dari zaman pencerahan, memesona, dan multitalenta.
Mereka mampu bersembunyi dari musuh, bisa meniru kawan, dan mengatasi
beragam masalah, termasuk menyicipi rasa dengan tentakelnya.
Gurita merupakan makhluk chemoctactic: ia bisa merasa dengan sentuhan. Mangkuk penyedotnya bisa berisi 200 kuncup rasa per tentakelnya. Anda yang menyukai sushi gurita, sebaiknya waspada karena dalam kondisi tertentu bisa-bisa malah gurita itu yang balik "merasai" Anda.
Quote:Kalajengking air bernafas dengan ekor
Quote:
Biasanya kalajengking
seperti ini ditemui dalam kolam renang dan tidaklah berbahaya. Malah,
mereka bukanlah kalajengking sama sekali. Spesies ini adalah serangga
dengan enam kaki --kebalikan dari kaum arakhnida yang punya delapan
kaki.
Tapi tampilan spesies ini memang mirip kalajengking, terutama anggota tubuh bagian depan yang menggenggam dan menyerupai penjepit kalajengking. Kemudian ada bagian ekor yang ternyata menjadi alat pernapasannya.
Ekor bagi kalajengking air menjadi semacam snorkel yang kadang disebut siphon. Saat ekor ini dicuatkan ke atas permukaan air, air berdifusi ke dalam tabung, ke sebuah gelembung udara yang dibawanya. Tersimpan di sebuah tempat dengan bulu-bulu halus, di antara sayap depan dan perut.
Quote:Kodok Seychelles Mendengar Lewat Mulut
Quote:
Sekelompok peneliti memasang loudspeaker di habitat kodok hutan hujan tersebut di kawasan kepulauan Seychelles, di barat Samudra Hindia. Loudspeaker tersebut mengeluarkan suara panggilan kodok. Cukup mengejutkan, kodok jantan loncat mendekat ke loudspeaker dan merespons suara. "Ini mengindikasikan bahwa mereka mendengar suara tersebut," kata Thierry Aubin, pakar bioakustik dari Universite Paris Sud, Prancis.
Berikutnya, peneliti harus mengidentifikasi bagaimana kodok mendengar, dengan kata lain, bagaimana cara gelombang suara bergerak sampai tiba di otak mereka. Untuk itu, para peneliti memeriksa salah satu kodok kecil itu dengan sinar X.
Dari gambar yang didapat, terungkap bahwa sistem pernafasan mereka tidak berkembang dengan baik. Laporan yang dipublikasikan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences ini mengindikasikan bahwa paru-paru mereka tidak berkontribusi pada pendengaran.
Kemudian, para peneliti mengubah fokus mereka untuk bereksperimen dengan kepala para kodok. Dengan membuat berbagai simulasi 3D terkait bagaimana suara bergerak di dalam kepala kodok, peneliti menemukan bahwa tulang-tulang di mulut mereka bertindak seperti amplifier bagi gelombang suara.
Lebih lanjut, sinar X menunjukkan bahwa suara bergerak dari mulut ke labirin berkat adanya adaptasi evolusioner. Kodok memiliki lapisan jaringan yang lebih sedikit dna tipis di antara mulut dan labirin. "Sangat menarik karena ini belum pernah ditemukan sebelumnya," kata Aubin.
Para peneliti juga menduga bahwa strategi pendengaran kodok yang aneh bisa terjadi karena mereka sudah lama terisolasi. Sekitar 47 sampai 65 juta tahun lalu, Seychelles terpisah dari benua raksasa Gondwana, satu dari dua daratan raksasa yang membentuk benua raksasa Pangea.
Ini membuat kodok-kodok tersebut terpisah dari spesies lainnya. Artinya, mendengar lewat mulut bisa jadi merupakan peninggalan dari bentuk kehidupan purba.
http://www.kaskus.co.id/thread/53414915c0cb17cb5f8b4593 | digali.blogspot.com
akan tetapi, hewan hewan dibawah ini sangatlah unik. Anggota tubuh mereka mempunyai fungsi ganda.
Spoiler for buka gan!:
Spoiler for 1:
Quote:Tikus tanah meraba dengan hidung
Quote:
Tikus
tanah dengan hidung macam ini sering nampak di film sains fiksi. Tapi
hidung tersebut ternyata punya kemampuan luar biasa. Termasuk bernafas
dalam air dan berfungsi bak jari tangan untuk mengetahui kondisi
lingkungan sekitar.
Quote:
Spoiler for 2:
Quote:Serangga dengan penis bernyanyi
Quote:
Spoiler for 3:
Quote:Gajah mendengar lewat kaki
Quote:
Gajah mengirim peringatan pada gajah lain dengan menjejak ke tanah atau membunyikan terompetnya (lewat belalai). Penerima sinyal ini merespon dengan mengosongkan area yang diperingati lebih awal.
Belalai dan kaki gajah sangatlah peka. Cara mereka menakuti predator bertransmisi lewat tanah dengan frekuensi 20 Hertz (di bawah titik batas pendengaran manusia). Hebatnya, getaran ini bisa mencapai jarak hingga 32 kilometer.
Spoiler for 4:
Quote:Gurita mengecap dengan tentakel
Quote:
Gurita merupakan makhluk chemoctactic: ia bisa merasa dengan sentuhan. Mangkuk penyedotnya bisa berisi 200 kuncup rasa per tentakelnya. Anda yang menyukai sushi gurita, sebaiknya waspada karena dalam kondisi tertentu bisa-bisa malah gurita itu yang balik "merasai" Anda.
Spoiler for 5:
Quote:Kalajengking air bernafas dengan ekor
Quote:
Tapi tampilan spesies ini memang mirip kalajengking, terutama anggota tubuh bagian depan yang menggenggam dan menyerupai penjepit kalajengking. Kemudian ada bagian ekor yang ternyata menjadi alat pernapasannya.
Ekor bagi kalajengking air menjadi semacam snorkel yang kadang disebut siphon. Saat ekor ini dicuatkan ke atas permukaan air, air berdifusi ke dalam tabung, ke sebuah gelembung udara yang dibawanya. Tersimpan di sebuah tempat dengan bulu-bulu halus, di antara sayap depan dan perut.
Spoiler for 6:
Quote:Kodok Seychelles Mendengar Lewat Mulut
Quote:
Sekelompok peneliti memasang loudspeaker di habitat kodok hutan hujan tersebut di kawasan kepulauan Seychelles, di barat Samudra Hindia. Loudspeaker tersebut mengeluarkan suara panggilan kodok. Cukup mengejutkan, kodok jantan loncat mendekat ke loudspeaker dan merespons suara. "Ini mengindikasikan bahwa mereka mendengar suara tersebut," kata Thierry Aubin, pakar bioakustik dari Universite Paris Sud, Prancis.
Berikutnya, peneliti harus mengidentifikasi bagaimana kodok mendengar, dengan kata lain, bagaimana cara gelombang suara bergerak sampai tiba di otak mereka. Untuk itu, para peneliti memeriksa salah satu kodok kecil itu dengan sinar X.
Dari gambar yang didapat, terungkap bahwa sistem pernafasan mereka tidak berkembang dengan baik. Laporan yang dipublikasikan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences ini mengindikasikan bahwa paru-paru mereka tidak berkontribusi pada pendengaran.
Kemudian, para peneliti mengubah fokus mereka untuk bereksperimen dengan kepala para kodok. Dengan membuat berbagai simulasi 3D terkait bagaimana suara bergerak di dalam kepala kodok, peneliti menemukan bahwa tulang-tulang di mulut mereka bertindak seperti amplifier bagi gelombang suara.
Lebih lanjut, sinar X menunjukkan bahwa suara bergerak dari mulut ke labirin berkat adanya adaptasi evolusioner. Kodok memiliki lapisan jaringan yang lebih sedikit dna tipis di antara mulut dan labirin. "Sangat menarik karena ini belum pernah ditemukan sebelumnya," kata Aubin.
Para peneliti juga menduga bahwa strategi pendengaran kodok yang aneh bisa terjadi karena mereka sudah lama terisolasi. Sekitar 47 sampai 65 juta tahun lalu, Seychelles terpisah dari benua raksasa Gondwana, satu dari dua daratan raksasa yang membentuk benua raksasa Pangea.
Ini membuat kodok-kodok tersebut terpisah dari spesies lainnya. Artinya, mendengar lewat mulut bisa jadi merupakan peninggalan dari bentuk kehidupan purba.
http://www.kaskus.co.id/thread/53414915c0cb17cb5f8b4593 | digali.blogspot.com
