Foto-Foto Mengharukan Penyelamatan Korban Tenggelamnya Kapal Ferry Sewol




Hingga hari Jumat 18 April 2014 siang ini upaya penyelamatan terhadap korban kapal ferry Sewol yang tenggelam di perairan Jindo Korea Selatan pada Rabu 16 April 2014 pagi masih terus dilakukan. Tim penyelamat harus berjuang keras melawan hembusan angin dan gelombang.

Seperti dilansir dari Korea Herald, Jumat (18/4/2014), Angkatan Laut dan tim penyelam mencoba memasuki kapal terbalik itu lebih dari 10 kali. Dalam upaya itu, mereka berharap mendapatkan respons dari hampir 300 orang –yang sebagian besar siswa Danwon High School, namun terhambat oleh visibilitas bawah air yang buruk dan arus kuat.

Berikut ini adalah foto-foto upaya penyelamatan korban kapal Sewol seperti dilansir Daily Mail.


Quote:

Spoiler for Gambar 1:

Berita Mengejutkan: Inilah siaran televisi Korea Selatan yang melaporkan secara langsung detik-detik tenggelamnya Kapal Sewol di perairan Jindo Korea Selatan pada Rabu 16 April 2014.

Spoiler for Gambar 2:

Momen siang hari saat sebuah helikopter dan perahu nelayan mencoba untuk menyelamatkan penumpang dari feri yang terdampar di perairan lepas pantai selatan Korea Selatan.

Spoiler for Gambar 3:

Korban mengatakan mereka mendengar suara keras “bang” sebelum kapal mulai bergulir bagian sisi. Pihak berwenang telah dikonfirmasi tidak ada karang besar atau batu di daerah itu.

Spoiler for Gambar 4:

Kapal Ferry Sewol miring beberapa saat dan kemudian secara perlahan mulai tenggelam di lepas pantai barat daya Korea Selatan, Rabu 16 April 2014 pagi.

Spoiler for Gambar 5:

Petugas di helikopter yang menerima laporan segera datang ke lokasi tenggelam.

Spoiler for Gambar 6:

Kepal penyelamat mulai mendekat melakukan pertolongan

Spoiler for Gambar 7:

Nyaris tenggelam seluruhnya

Spoiler for Gambar 8:

Dengan masih banyak penumpang di dalamnya, kapal mulai menelungkup.

Spoiler for Gambar 9:

Hanya pencarian yang bisa dilakukan

Spoiler for Gambar 10:

Semua sisi kapal dikitari untuk menemukan korban selamat

Spoiler for Gambar 11:

Pencarian dari sisi depan ferry

Spoiler for Gambar 12:

Penumpang selamat ditarik dengan tali

Spoiler for Gambar 13:

Korban selamat diselimuti kain tebal untuk mencegah hipotermia

Spoiler for Gambar 14:

Puluhan kapal, termasuk kapal nelayan, ikut mencari korban selamat

Spoiler for Gambar 15:

Barang bawaan penumpang juga berserakan

Spoiler for Gambar 16:

Hanya tersisa beberapa lubang jendela

Spoiler for Gambar 17:

Kabut mulai menyergap, mengganggu usaha pencarian dan pertolongan

Spoiler for Gambar 18:

Pencarian oleh kapal-kapal sipil

Spoiler for Gambar 19:

Anak kecil termasuk korban selamat

Spoiler for Gambar 20:

Mencari korban di sekeliling kapal

Spoiler for Gambar 21:

Posisi kapal terbalik dan hanya menyisakan bagian depan bawah.


Quote:UPDATE
Quote:Satu Goyangan Dan Meledak
Kapal mengalami masalah pada Rabu sekitar pukul 09.00 waktu setempat atau pukul 07.00 WIB, dalam perjalanan menuju Jeju, pulau resor yang kerap disebut sebagai Hawai-nya Korea. Kim Sung-mook, salah satu penumpang, mengatakan kepada YTN bahwa dia sedang sarapan ketika merasa feri mulai miring.

Lalu, tutur Kim, seseorang mengumumkan, para penumpang diminta untuk tetap berada di tempat masing-masing karena berbahaya bila mereka bergerak pada saat itu. Namun, tak berselang lama, Kim mengatakan, terdengar suara ledakan.

Lim, salah satu siswa SMA Seoul yang selamat, mengatakan kepada YTN bahwa dia mendengar ledakan sebelum kapal mulai miring. Kapal pun lalu terguncang, ujar dia, untuk kemudian tak lagi seimbang. “Para siswa jatuh dan menabrak sesuatu lalu berdarah-darah.”

Pilihan yang diambil Lim adalah mematuhi perintah untuk tetap berada di tempatnya sampai kapal penyelamat tiba, memakai rompi pelampung, dan melompat ke air. “Air, tak tertahankan dinginnya.”

Penyebab tenggelamnya kapal ini belum diketahui. Kapal feri tersebut terbalik hanya dalam waktu dua jam sejak panggilan darurat pertama dikirimkan, tepat sebelum pukul 09.00 waktu setempat, menurut laporan Yonhap.

Pensiunan kapten kapal pasukan penjaga pantai Amerika Serikat, Peter Boynton, mengatakan, cepatnya kapal tenggelam memperlihatkan ada dugaan kerusakan besar yang dialami feri itu. Bila ada kerusakan di dek kendaraan di dalam feri, air akan dengan cepat membanjiri kapal.


Quote:Kapten kapal Sewol ditangkap, wakil kepala SMA Danwon gantung diri!
Ada tiga kejadian penting pasca-tenggelamnya kapal feri Sewol di perairan pantai Jindo, Korsel, Rabu (16/4) lalu. Pertama, kapten kapal Lee-Joon-seok (68) resmi ditangkap, karena tidak bertanggung jawab atas keselamatan penumpang. Kedua, Wakil Kepala SMA Danwon Kang Min-gyu (52) ditemukan gantung diri, karena dialah penanggung jawab studi lapangan anak didiknya ke Pulau Jeju. Ketiga, penyelamatan gadis cilik umur 6 tahun, namun terpisah dari orangtua dan kakaknya yang masuk daftar korban hilang.

Kejaksaan Korea meminta pihak pengadilan untuk menangkap kapten kapal feri Sewol, Lee-Joon-seok (68) beserta dua awak kapal lainnya. Perintah itupun kemudian ditindaklanjuti kepolisian setempat

Joon-seok diketahui meninggalkan kapal beberapa saat sebelum terbalik, Rabu (16/4), ketika 475 orang penumpang masih berada di dalam kapal. Sebagai nahkoda, mestinya dia menjadi orang paling terakhir di dalam kapal.

Permintaan penangkapan disampaikan Jaksa Korea, Park Jae-Eok, setelah beredar foto mengenai kapten kapal feri yang berusaha menyelamatkan diri sendiri, ketika kapal dalam kondisi kritis, sebelum terbalik dan miring 45 derajat.
Spoiler for Foto Bukti Kalau Kpaten Bersalah:

“Saya benar-benar menyesal dan sangat malu,” kata Lee di Kantor Polisi Makpo, Korsel. Ketika ditanya lagi, dia hanya menjawab, “Saya tidak tahu harus berkata apa lagi”.

Jaksa Park Jae-Eok menduga, Lee tak bisa mengontrol kapal pada saat itu, dan bersama dua awak kapal lainnya langsung meninggalkan kapal untuk menyelamatkan diri sendiri.

Bahkan, kepada Sky News, Jaksa mengatakan kalau Lee tidak memegang komando ketika kecelakaan itu terjadi. Karena itu, Lee terancam hukuman berat.



http://www.kaskus.co.id/thread/53522f0d128b4608038b46cf| digali.blogspot.com




Back to Top

Artikel Terkait Lainnya

Back to Top