Hilangnya Malaysia Airlines turut membuat berbagai negara membantu mencarinya. Bahkan, ahli antiteror asal Inggris Dr Sally Leivesley, mengatakan jika pencarian pesawat bernomor penerbangan MH370 itu merupakan yang terbesar dalam sejarah.
"Pencarian Boeing 777 dengan 239 orang di dalamnya, menjadi pencarian udara dan laut besar-besaran yang dibantu dari berbagai negara yang menjadi pencarian terbesar dalam sejarah," kata dia, seperti dilansir dari Sunday Express, Minggu (16/3/2014).
Negara di seluruh dunia terus memberikan dukungan mereka untuk membantu Pemerintah Malaysia menemukan hilangnya Malaysia Airlines. Wakil Menteri Luar Negeri Malaysia Datuk Hamzah Zainuddin mengatakan setidaknya ada perwakilan dari 20 negara yang berupaya menemukan pesawat yang hilang itu.
Sekadar informasi, pesawat yang mengangkut 239 penumpang (termasuk dua anak) dan 12 awak berasal 14 negara, yakni China, Malaysia, Indonesia, Australia, Prancis, AS, Selandia Baru, Ukraina, Kanada, Rusia, Italia, Taiwan, Belanda, dan Austria. Penumpang paling banyak adalah berkebangsaan China yakni sekira 153 orang. Disebutkan juga ada tujuh warga negara Indonesia (WNI) yang menumpang pesawat tersebut.
Dia mengatakan, penemuan informasi terbaru dari berbagai sumber seperti yang diumumkan oleh Perdana Menteri (PM) Malaysia Datuk Seri Najib Razak telah menyebabkan adanya upaya kolaborasi dengan pihak asing.
"Pertemuan dengan semua misi perwakilan asing ini menunjukkan prospek positif dan kami yakin bahwa kami menuju ke arah yang benar," ujar Datuk Hamzah Zainuddin, seperti dikutip dari New Straits Times.
Dia mengatakan, informasi satelit terbaru memiliki dampak yang signifikan pada sifat dan ruang lingkup misi pencarian. Najib sebelumnya mengatakan mereka akan bekerja sama dengan negara-negara terkait untuk meminta semua informasi yang dapat membantu dalam pencarian, termasuk data radar.
Hamzah menambahkan, pihaknya telah menginstruksikan kementerian untuk memberikan briefing penuh kepada pemerintah asing yang penumpangnya berada di dalam pesawat itu.
Wakil Kepala Misi di Kedutaan Indonesia Hermono mengatakan, dalam informasi terbarunya, pemerintah sudah siap untuk memperluas kerja sama pada hari kedua misi pencarian dan penyelamatan di sepanjang koridor selatan, yang melewati pulau Sumatera.
"Kami akan berbagi data atau informasi dari satelit atau radar kami untuk membantu dalam penyelidikan. Kami sekarang menunggu informasi lebih lanjut dari pihak berwenang Malaysia karena mereka akan kembali mengatur strategi pencarian malam ini," ujar Hermono.
India diketahui telah mengintensifkan angkatan laut dan udaranya dalam mencari keberadaan pesawat itu di sekitar Andaman, kendati saat ini pencarian sedang ditangguhkan.
Sementara Vietnam telah memutuskan untuk mengakhiri misi pencarian pesawat yang hilang setelah diberitahu bahwa Malaysia memutuskan untuk berhenti mencari Boeing 777-200ER di Laut China Selatan. Hal ini diungkapkan langsung Wakil Kepala Staf Umum Tentara Rakyat Vietnam, Vo Van Tuan.
Dilaporkan Bernama, Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong telah meyakinkan bahwa negaranya siap untuk memberikan dukungan lebih lanjut dalam menemukan pesawat yang hilang. Dalam suratnya kepada Najib, Lee menyatakan kesedihannya atas hilangnya pesawat tersebut. Singapura pun mengerahkan pesawat terbang dan kapal untuk bergabung dengan pencarian pesawat yang hilang .
"Setelah kami berbicara di telepon pada 8 Maret 2014, Singapura telah mengerahkan pesawat terbang dan kapalnya untuk bergabung dalam pencarian pesawat yang hilang. Kami bekerja sama erat dengan pemerintah Malaysia dalam pencarian dan menemukan pesawat, dan berharap pesawat akan segera ditemukan," tutup Lee. (ade)


No comments:
Post a Comment