Penyebab Suhu Udara di Jakarta Jadi Lebih Panas


Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi pada Maret ini mulai memasuki musim kemarau. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika telah memperkirakan bahwa puncak musim hujan terjadi pada akhir Februari kemarin.

Masa transisi dari musim hujan menuju kemarau ini menyebabkan udara di kawasan Jabodetabek terasa lebih panas dibandingkan sebelumnya. Meski demikian, Kepala Sub Bidang Informasi BMKG Hary Tirto Djatmiko, menganggap keadaan itu masih normal.

Dia memastikan tidak ada pengaruh anomali cuaca di sekitar Jabodetabek. Saat ini sedang terjadi pergerakan matahari dari arah selatan menuju garis khatulistiwa atau equator. Suhu muka air laut di utara dan selatan Laut Jawa memang menghangat, tapi masih biasa.

"Kalau terkait seperti itu, Maret itu suhunya normal saja, panas itu karena kemarin di hari Minggu basah. Karena peralihan jadi serasa panas. Matahari dari selatan menuju khatulistiwa," kata Hary saat dihubungi VIVAnews, Rabu, 5 Maret 2014.

Menurutnya, udara yang dirasa panas di sekitar Jabodetabek itu disebabkan curah hujan yang semakin berkurang. "Jadi tidak ada perubahan apa-apa. Selain itu kelembaban tidak sebasah yang kemarin," katanya.

Hary menambahkan, pada Maret ini suhu di Jabodetabek berkisar antara 32-33 derajat celcius. Memasuki musim kemarau ini warga diminta berhati-hati terhadap ancaman kabakaran. (eh)







No comments:

Post a Comment



Back to Top

Artikel Terkait Lainnya

Back to Top